Lensa Nusantara
Berita Kriminal

Budak Sabu Asal Jaringan Lapas Sidoarjo Diringkus Satresnarkoba Polrestabes Surabaya

Surabaya, LENSANUSANTARA.CO.ID – Pemberantasan peredaran Narkotika di jawa timur, khususnya di kota surabaya terus dilakukan oleh jajaran polda jatim, kali ini Satresnarkoba Polrestabes Surabaya berhasil menangkap pengedar sabu jaringan lapas Sidoarjo jawa timur.

Pria berinisial RF (28) warga Kalanganyar Sedati Sidaorjo ini ditangkap di dalam kamar kostnya yang berada di Dusun Balunggabus Candi Sidoarjo. Pada Senin lalu. 04 Oktober 2021,

“Dari penangkapan tersangka ini. polisi berhasil mengamakan barang bukti berupa 56,17 gram (± 1/2 ons) sabu dan 15 butir pil extasi.” Kata Kasatresnarkoba Polrestabes Surabaya Kompol Daniel Marunduri, Senin (11/10/2021).

BACA JUGA :  Dokter Lakukan OTT Covid di Pasar Gubeng Surabaya

Lanjut. Daniel menjelaskan tersangka RF ditangkap atas informasi dari masyarakat bahwa pelaku ini diketahui sebagai kurir penjualan narkoba jenis sabu-sabu, dan RF ini dikendalikan oleh seorang bandar bernama Cak Tanggul yang berada di dalam Lapas Porong dengan imbalan jutaan rupiah.

BACA JUGA :  Beginilah Penjelasan Bidan Puskesdes Laikang di Hadapan Kadis Kesehatan Takalar

“Tersangka RF hanya menunggu perintah dari bosnya yang bernama Cak Tanggul untuk meranjau dan menjual narkotika jenis sabu untuk di edarkan,” jelas.

Selain mengamanakan10 plastik klip berisi 56,17 gram narkoba jenis sabu, 1 plastik klip berisi 15 butir extasi dengan berat total 7,04 gram. Juga mengamankan 3 buah timbangan elektrik, 1 hand phone merk Xiomi dan 1 buku catatan.

“Selanjutnya tetsangka berikut barang buktinya dibawa kepolrestabes surabaya guna proses penyidikan lebih lanjut.” Imbuhnya.

BACA JUGA :  Jawaban Bupati Terkait Pandangan Umum Fraksi DPRD Kabupaten Sukabumi

Akibat dari peredaran barang terlarang, pelaku kini akan mendekam didalam penjara dan ia akan dijerat dengan Pasal 114 Ayat (2) Subs. Pasal 112 Ayat (2) Undang-undang RI No. 35 Tahun 2009 tentang Narkotika.

“Selain tersangka ini. Polisi juga masih memburu bandar besarnya dan akan mengembangkan pelaku untuk mengakui jika barang sebanyak itu didapat dari mana.”Pungkasnya.

Reporter: Pan