Lensa Nusantara
Berita Daerah

TKD Balet Baru Jember Digadaikan, Diduga Tidak Sesuai Prosedur

Jember, LENSANUSANTARA.CO.ID – Tanah Kas Desa ( TKD ) Balet Baru, Kec. Sukowono, Kab. Jember, kini menjadi viral lantaran digadaikan oleh Kepala desa Fauzi Cahyo Purnomo yang mana Kades ini adalah pemenang di Pilkades 2019 lalu.

TKD seharusnya menjadi aset desa dan penunjang/ tambahan penghasilan bagi perangkat desa yang mana hal ini tertuang dalam UU. No. 6 tahun2014. Kini, nasib TKD tersebut dalam sorotan Publik dan kemungkinan besar akan menuai persoalan hukum.

BACA JUGA :  Polisi Ungkap Kematian Sekretaris Cantik di Gudang Ikan

Dilansir media ini, hasil konfirmasi tim investigasi dengan salah satu BPD Desa Balet baru yang mana nama dari narasumber ini meminta untuk dirahasiakan.

“Tanah kas desa itu digadaikan kepada Suharto sejak 2019 lalu mas, dan itupun tanpa prosedur, komponen BPD tidak tahu kesepakatan itu, muro-muro BPD sudah dengar kabar kalau TKD itu sudah di gadaikan.” Tandasnya, Selasa (12/10/2021), Via sambungan telephone.

” Itu sudah salah mas, tidak sesuai prosedur. Yang jelas saya selaku BPD menyatakan tidak pernah ada Musrembang, Pelelangan TKD, dll. Maka dari itu, saya juga kecewa dengan tindakan kepala desa yang seperti itu mas.” Lanjutnya.

BACA JUGA :  Propam Polres Kampar Terus Lakukan Optimalisasi Pengawasan Internal Penerapan Protokol Kesehatan

Dengan demikian, Aktifis Anti Rasuah, LSM Kaliber Nasional LSM KPK Nusantara, Subhan Adi Handoko, SH.MH., yang juga sebagai Advokat ini menyayangkan tindakan Kepala Desa Balet baru karena berpotensi kepada persoalan hukum Tindak Pidana Korupsi. ” Akan kami tindak lanjuti persoalan tersebut, sebetulnya sudah lama kami menemukan data Gadai TKD desa balet baru itu mas, kami berencana akan melaporkan hal ini kepada penegak hukum, biar tidak menjadi Yurisprodensi kedesa-desa yang lain”. Pungkasnya, singkat.

BACA JUGA :  Polres Muaro Jambi Apel Kesiapsiagaan Karhutla 2021

Dilanjutkannya, Permendagri No. 1 tahun 2016 pasal 6 ayat (5) berbunyi, “aset desa dilarang di gadaikan…dst”, disini sudah jelas payung hukumnya, bahwa TKD tersebut tidak boleh sembarangan pengelolaannya karena ada regulasi yang wajib dipatuhi. Tutupnya.(Tim)