Lembata, https://lensanusantara.co.id – Agen BRI Cika diduga lakukan pemotongan sejumlah nominal uang bantuan kepada Keluarga Penerima Manfaat (KPM) dan Program Keluarga Harapan (PKH). Hal ini diketahui ketika warga Kolontobo, kecamatan Ile Ape mendatangi Kantor BRI Cabang Wunopito, kabupaten Lembata pada Senin (14/09/2020)untuk meminta pihak bank BRI Wunopito melakukan print koran guna memastikan uang yang terpotong.
Dari hasil print out koran oleh pihak BRI Wunopito, para pemilik rekening program PKH menemukan transaksi pemotongan di rekening mereka.
“ada keluhan terkait transaksi yang dilakukan itu sesuai dengan besar bantuan, seusai nominal. Hanya dikasih ke KPM itu tidak sesuai dengan nominal yang dilakukan transaksi”, ujar pendamping KPM dan PKH desa Kolontobo, Hendrikus Christanto Kedang kepada lensanusantara.co.id
Agustina Wae, salah satu warga Kolontobo penerima program PKH yang merasa dirugikan akibat kejadian ini mengaku bahwa pada bulan September ini bantuan yang masuk ke rekening miliknya sebesar Rp.490.000 tetapi oleh agen BRI Cika hanya diberikan Rp.300.000, sedangkan sisanya tidak diketahui.
Tidak hanya itu, masyarakat sasaran penerima program KPM dan PKH dari desa Kolontobo yang menggunakan rekening yang sama untuk bantuan lainnya berupa Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) mulai mencium kejanggalan tersebut pada awal bulan September ketika hendak melakukan transaksi BPNT.
“sebelum terima beras dan telur, uang yang ada dalam rekening itu dua ratus ribu rupiah tapi sekarang setelah diprint hanya empat puluh ribu. Mestinya potong sepuluh ribu seperti biasa”, tutur warga penerima BPNT, Theresia Tulit.
Sesuai kesepakatan antara agen BRI Cika dan para penerima program, setiap transaksi dipotong Rp.10.000. Namun, dalam bulan ini, ada potongan dari Rp.150.000 hingga mencapai Rp.800.000 sehingga masing-masing mereka mengalami kerugian dengan jumlah uang berbeda-beda.
Struk transaksi juga tidak diserahkan kepada penerima sasaran sehingga menambah dugaaan potongan liar tanpa kejelasan tersebut.
Pihak agen Cika yang adalah pasangan suami istri membantah melakukan potongan liar tersebut.
“kami tidak potong uang mereka”, pungkas istri dari GN.(kornelis)








