Sumenep, https://lensanusantara.co.id – Bantuan Langsung Tunai (BST) untuk tahap 4,5,6 di Desa Pancor sudah dimulai dari jam 08.00 WIB, KPM BST berbondong-bongdong mendatangi Balai Desa Pancor untuk menerima uang BST, sesuai dengan jadwal yang beredar dari Pos Gayam, minggu, 20 September 2020 pencairan untuk Desa Pancor.
Jumlah Keluarga Penerima Manfaat (KPM) di Desa Pancor 335, sesuai dengan data penerima tahap pertama, tidak ada kebijakan Kepala Desa Pancor untuk mengalihkan penerima lama ke penerima baru “pake data yang lama sebanyak 335,”.
Sebelum pencairan tahap 4,5,6, kepala desa pancor mengharap adanya pengalihan penerima, dari data yang lama kepada penerima baru, dengan pertimbangan masih banyak masyarakat pancor yang belum menerima “saya usahakan, rencana saya minta ke pos, saya minta diserahkan ke yang tidak dapat, tapi tidak bisa, rencana mau pake yang baru, tapi tidak bisa, sekitar seribu lebih yang tidak dapat BST rakyat Pancor”.
Sambutan yang disampaikan oleh pihak kecamatan Gayam yang diwakili oleh Bapak Ikbal, menyampaikan bahwa penerimaan tahap 4,5,6 sudah termusawarahkan dikecamatan oleh semua pihak, bahwa akan ada pengalihan bagi nama-nama yang dianggap bermasalah “malam rabu ada rapat bersama kepala desa, mungkin ada data-data satu dua yang tidak cocok, makanya disepakati, data ini yang buat bukan kepala desa, jadi kalau ada kesalahan bukan salahnya kepala desa, bukan salahnya kecamatan, bukan salahnya pak pos, artinya kesalahan ini memang dari atas,” berlanjut dengan menyampaikan hasil kesimpulan rapat “misalnya ada yang meninggal dunia, bisa diwakilkan oleh ahli waris, dengan catatan persyaratan yang lengkap, kelengkapan diserahkan kepada kepala desa”.
Dari jumlah uang yang diterima KPM di Desa Pancor yang cukup banyak Rp. 900.000, dalam percakapan dengan Lensa Nusantara, Kepala desa Pancor menitip harapan agar uang yang diterima KPM bisa membantu meringankan beban ekonomi masyarakat, “terserah masyarakat, kalau harapan saya, bisa dibelikan kambing, kan enak, tapi masyarakat banyak yang tidak ngerti pada maksud saya”. (Ags)








