Berita

Pertanyakan Status Galian C Disungai, Salah Satu Tokoh Masyarakat Nyaris Adu Jotos dengan Kepala Desa

49
×

Pertanyakan Status Galian C Disungai, Salah Satu Tokoh Masyarakat Nyaris Adu Jotos dengan Kepala Desa

Sebarkan artikel ini

Halmahera Selatan, LENSANUSANTARA.CO.ID -Meminta kejelasan soal operasi alat berat di area sungai terkait status Galian C salah seorang tokoh masyarakat ke pemerintahan desa nyaris adu jotos dengan Kepala Desa “Guntur Idris”Rabu, 28 Oktober 2020.

Example 300x600

Menurut salah satu tokoh masyarakat “Hasim Chairun” kepada awak media lensanusantara menjelaskan bahwa masyarakat wajib mengetahui soal status Galian C tersebut, menurutnya pemerintah desa dan perusahaan harus membuka rapat umum yang melibatkan BPD dan Tokoh Masyarakat dalam rapat tersebut beliau berharap perusahaan memberikan keterangan yang jelas soal harga material yang dibeli Perusahaan.

“Paling tidak kita sebagai masyarakat harus tau soal statusnya dan juga harga batu yg di beli. ini tiba-tiba saja alat berat langsung turun dan masyarakat dong suru ba kumpul batu tanpa ada rapat dan tanpa ada dia pe carita, awalnya ada yg bilang bahwa harga batu Rp.250.000 abis itu dong bilang Rp.200.000 lagi, paling tarada harus ada rapat, dan BPD yang biking rapat dengan masyarakat dan pemerintah desa, ini kong tong tanya kasana marah, kong baku jawab-jawab sampe mo baku lae ulang. Ucapnya

Lahan garapan tersebut sudah beroperasi sekitar satu pekan terakhir tepatnya di Desa nyonyifi,Kec.bacan timur,Kab.Halmahera Selatan. masyarakat yang merasa kurang puas dengan kegiatan ini mendatangi Kepala Desa dan mempertanyakan Ijin Operasinal,dokumen perusahan dan harga split perkubikasi langsung mendapat kecaman dari Kepala Desa tanpa ada penjelasan yang jelas terkait siapa pembelinya dan dihargain berapa? apakah pihak perusahaan ataukah pihak pemerintah desa setempat tandasnya Bapak Hasim yang juga berperan sebagai tokoh masyarakat.

“Kepala Desa saat di konfirmasi awak media lensanusantara, menjelaskan bahwa iya tidak tau soal status kegiatan tersebut, Ia kemudian mengutarakan bahwa masyarakat yang mengambil batu dan menjualnya’ soal status saya tra paham, cuma yang saya tau masyarakat kumpul batu dan di beli” tuturnya.

Sementara secara terpisah Wakil Ketua BPD Mohchtar Hi Abubakar saat di konfirmasi awak media lensanusantara menjelaskan bahwa nanti ada upaya rapat yang dilakukan oleh pemerintahan Desa beserta seluruh perangkatnya kemudian melibatkan Masyarakat umum dan BPD guna membicarakan soal kesepakatan harga material dengan pihak perusahaan.

“Setelah Boss perusahaan datang, nanti baru masyarakat rapat deng Boss sebelum pemuatan dan untuk harga batu Rp.250.000 atau Rp.200.000 bayar di orang yang ba kumpul, Rp.50.000 bayar di desa atau bayar potensi. tutupnya” minggu 1 November 2020.(Husain)

Tinggalkan Balasan