Sumba Barat Daya, LENSANUSANTARA.CO.ID – Kodi Bangedo Lensa Nusantara senin 23 Nop.2020 ,Dari berbagai analisis kalangan masyarakat baik keluarga pihak laki-laki dan keluarga perempuan serta pihak kepolisian sektor kodi bangedo, Anggota TNI AD ( kamaluddin,Hasanuddin,L.Liunome),
menurut informasi dari berbagai pihak keluarga laki-laki awal kejadian perkara tersebut pelaku memotong paman nya (Honna Mone Rehi ,56 thn )
saudara dari orang tua kandungnya sehingga membuat kakak kandungnya serta adik-adik nya mengambil tindakkan untuk merobohkan sementara pelaku (YNM)
sehingga tdk membuat pelaku banyak korban ungkap keluarga Laki-laki yang enggan disebut Nama nya karena memang pelaku sakit Gila,
oleh karena itu adanya korban jiwa maka pihak keluarga membawa pelaku ke kantor polisi untuk di aman lebih lanjut.
Namun karena pihak kepolisian tidak tega dengan keadaan pelaku dalam keadaan luka parah pada pahanya pelaku ,
maka pelaku di bawah ke puskesmas Walla Ndimu dengan keadaan kritis pihak puskesmas pun memberikan rujukan pelaku untuk mendapatkan perawatan intensitif kerumah sakit waikabubak,
karena melihat keadaan pelaku sudah sehat maka pihak rumah sakit waikabubak mengijinkan pelaku untuk rawat jalan
Namun karena sesampai di tempat kejadian perkara kedua disusun kadura paddi desa Umbu Ngedo.
Entah apa yang merasukkin pelaku yg diduga sakit Gila menghabisi nyawa istri di jam 23:00 wita disaat itu juga pelaku berinial YNM nyawa nya juga tidak tertolong juga bahkan pihak anggota polsek kodi Bangedo (Jastin,Lepry)
mencari faktualitas ditempat kejadian perkara ,tidak adanya yang menjadi saksi dalam kasus pembunuhan ini ,sehingga pihak anggota polsek kesulitan mencari berita acara pidana nya.
Media ini juga berusaha untuk mencari tahu dari narasumber dari kalangan keluarga,sehingga analisis Adat menduga karena adanya unsur Adat yang mengikat sehingga menjadi getayangan arwah leluhur mereka pada waktu itu di tahun 1980.
masih memang pernah terjadi perang saudara dalam kasus masalah tapal batas,sehingga menjadi sakral dalam hukum adat yang belum terselasai baik di dalam alam arwah
Dan Alam dunia baka bersama keluarga turunan dari leluhur yang pernah terjadi kasus perang masalah tanah di dusun wallu lodo dusun Umbu Ngedo ungkap kedua mantan kades Umbu Ngedo, Damianus loro dan yosef tenda Boro.(Gus Mone AlMughni)








