BeritaDaerah

Pasar Desa Fuata Diduga Berubah Fungsi Jadi Kandang Ternak

×

Pasar Desa Fuata Diduga Berubah Fungsi Jadi Kandang Ternak

Sebarkan artikel ini

Sanana, LENSANUSANTARA.CO.ID – Masyarakat desa fuata kecamatan sula besi selatan kepulauan sula di buat resah dengan adanya bangunan pasar raksasa yg di bangun sejak tahun 2017, tampaknya hingga kini masi belum juga di fungsikan alhasil menjadi tempat tudur jenis ternak.

Example 300x600

Pejabat lepala desa fuata(kades)nasrul paniggfat ketika di tanyakan-lensanusantara.co.id-jum’at(8/1/21)membenarkan hal tersebut.

“Iya bangunan itu dibangun sejak tahun 2017,menggunakan anggaran dana desa kurang lebih 100 juta rupiah dan sampi saat ini pasar belum dapat di fungsikan,”katanya.

Kades desa fuata nasrul panigfat juga mengatakan bangunan itu mahal tiadk menjawab keberhasilan masyarakat tempatan dalam,proses pemasaran ekonomi

Menurutnya pasar yg menelan anggaran ratusan juta itu,bukan untuk di fungsikan melainkan pendistribusian hasil masyarakat baik tani maupun nelayan itu ada atau tidak,” tegasnya.

Kalau mau hanya pihak kami aktifkan itu tinggal kita buat rampungan dan bentuk pengelolah pasar sesuai menejmennya saja kita lansung fungsikan tetapi ada tidak hasil petani dalam hal ini jenis bahan dapur maupun hal-hal yg lain itu berhubungan dengan kebutuhan masyarakat, Sementra untuk perikanan kapasitas nelayan juga masi minim ditambah daya beli murah tentu sangat merugikan bukan,”imbuhnya.

Begitu pula tak hanya pasar salah satuny kantor badan pemuyawaratan juga mendapat banyak do’a dari warga masyarakat,kadir leko(56)selaku ketua BPD desa fuata turut menuturkan bahwa pihaknya juga sangat membutuhkan kesadaran masyarakat maupun pihak pemerintah desa setempat dalam hal ini terkait kantor BPD yang juga belum di perdaya gunakan kurang lebih 6 bilan ini setelah selesai di bangun.

“Kantor suda selesai 6 bulan kami minta dengan ini semoga secepatnya dapat di gunakan. sambungan kantor BPD itu di bangun dengan nila APBDes melalui dana desa(DD) 100 juta lebih(redd)dalam kantor itu kita belum petak/bentukkan ruangan atau penataan tempat kerja struktur BPD mengingat anggarn untuk di rehabbilitas belum ada,”tuturnya.

Kami pihak badan permuyawaratan desa menunggu APBDesa 2021 ini semoga rampungan dan kita di lembaga BPD bisa berdaya kantor itu sebagai suatu wadah atau lembaga pengontrolan di tingkat desa sudah bisa kita fasilitasi,”(alan suppmena)

**) IIkuti berita terbaru Lensa Nusantara di Google News klik disini dan jangan lupa di follow.

Tinggalkan Balasan