Gorontalo, LENSANUSANTARA.CO.ID – terkait sejumlah informasi, yang beredar adanya kejaanggalan pada kegiatan-kegiatan baik pembangunan dan pengadaan, sejumlah masyarakat mendesak Kejaksaan Tinggi segera usut dugaan korupsi pada Kanwil Kemenkumham Gorontalo, pasalnya menurut informasi yang berhasil dirangkum madia ini bahwa telah terjadi indkasi korupsi pada pembangunan LPKA Tahun 2017.
Dimana pembangunan dinilai tidak sesuai, dari pondasi, bangunan, volume, hingga mutu pekerjaan diduga tidak sesuai, selain itu pembangunan Lapas perempuan, dimana terindikasi tidak dilaksanakan sesuai amanat kontrak, dikarenakan berdasarkan informasi sumber media ini bahwa tidak adanya pembangunan Rumah dinas, padahal pada perencanaannya ada rumah dinas, bukan itu saja adanya dugaan pengalihan anggaran kegiatan untuk pembangunan ruang tunggu (Lobby-Red)
Bahkan pada pembangunan kantor Kanwil yaitu pembanguna gedung selasar dan aula sudah terdapat retak-retak diduga material yang digunakan tidak sesuai, selain bangunan selasar dan Aula tersebut terdapat pembangunan lapangan Tenis yang juga mendapat dana bantuan BRI sebesar 135 Juta, (Seratus tiga puluh lima juta) yang diresmikan tahun 2020 kemarin serta adanya indikasi Mark Up pada pengadaan Pakai Olah raga Gratis ironisnya lagi Rekanan pelaksana pembangunan pada Kantor Kanwil Kemenkumham, baik LPKA, lapas perempuan, dan kantor kanwil itu-itu saja.
Terkait hal ini, salah satu pemerhati Korupsi provinsi Gorontalo Hengki maliki yang ditemui media ini (Kamis 04/02) dikediamannya, mengatakan bahwa adanya informasi tersebut, sebaiknya Aparat Hukum segera bertindak jangan sampai hal ini terus berkembang dan berdampak pada dugaan kerugian negara yang lebih besar lagi, baik kejaksaan maupun kepolisian sebaiknya peka terhadap informasi-informasi seperti ini, sehingga langkah pencegahan dapat dilaksanakan maksimal.
Sementara itu, mantan kepala kantor Kanwil kemenkumham Budi Sarwono yang dihubungi media ini Via WhatsApp, enggan menanggapi hanya mengatakan “Silahkan ke kantor saja sudah ada mekanismenya, mohon maaf saya sudah pindah tugas” ucapnya pada balasan konfirmasi. (Hq)








