Pamekasan, LENSANUSANTARA.CO.ID – Sejumlah Akademisi di Madura mendatangi Bupati Pamekasan H. Baddrut Taman, S. Psi,.
Kedatangannya untuk menyerahkan naskah akademik pemekaran Pamekasan menjadi Kota dan Kabupaten.
Turut hadir Sekdakab, Ketua DPRD dan SKPD di lingkungan Pemerintah Kabupaten Pamekasan dan Rektor dari beberapa Universitas di Madura.
Bupati Pamekasan mengatakan, dari hasil kajian beberapa akademisi di Madura dan untuk mengkaji semua kemungkinan-kemungkinan maka akan di telaah terlebih dahulu.
“Jadi, yang perlu kita pikirkan bersama, ini bukan hal yang mudah. Pemikiran dan rekomendasi dari kajian ini akan kita telaah dan kita diskusikan dengan Pemerintahan di atas kita”, katanya.
Baddrut mengungkapkan rasa terimakasih yang teramat dalam atas hasil dari kajian tersebut.
“Madura ini perlu utuh, dalam sudut pandang geografis, etos, semangat dan kebudayaan”, ucapnya.
Menurutnya, utuh karena memiliki entitas kebudayaan yang tidak dimiliki oleh daerah yang lain dan kekhasan Madura sebagai suku, karenanya semangat dan etos Madura ini harus di jaga untuk menjadi spirit dan inspirasi untuk bekerja yang lebih luar biasa lagi.
“Khusus di kota ini bersifat administrasi kenegaraan, maka keseluruhannya harus didiskusikan dan dikonsultasikan dengan pemerintah pusat”, imbuhnya.
Selanjutnya, Baddrut menambahkan, tidak mungkin hasil dari kajian ini kemudian langsung diterima, akan tetapi melalui proses kajian berikutnya.
“Biasanya, berdirinya suatu kota itu dimulai dari kota administrasi, itu bisa saja bertahun tahun. Di Kota Batu itu jika tidak salah hampir 10 tahun itu kota administrasi baru setelah itu definitif”, ujarnya.
“Perjuangan masih panjang dan ukurannya itu tergantung dari pemerintah pusat”, tutupnya.
Sementara, Mohammad Kosim Rektor IAIN (institut agama islam negeri) Pamekasan mengungkapnkan bahwa, pemekaran Pamekasan menjadi Kota dan Kabupaten sendiri mengontrol dan lebih memudahkan dalam melayani masyarakat.
“Bahwa pemekaran Pamekasan ini menjadi salah satu cara, strategi untuk menuju Provinsi Madura”, jelasnya. (Rofiuddin/Adv)








