Berita

DPRD Kaltim Komisi IV Salehuddin Prihatin Mengenai Karir Guru Agama Islam

×

DPRD Kaltim Komisi IV Salehuddin Prihatin Mengenai Karir Guru Agama Islam

Sebarkan artikel ini

Samarinda, LENSANUSANTARA.CO.ID – Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Provinsi Kalimantan Timur politisi Partai Golkar Salehuddin,S.Sos Sangat Prihatin dengan kejelasan Karir guru Agama Islam Yang ada di wilayah Kalimantan timur.

Beberapa hari lalu, Asosiasi Guru Pendidikan Agama Islam Indonesia (AGPAII) Wilayah Kaltim adakan Rapat Dengar Pendapat (RDP) Di Kantor DPRD Kaltim mengenai beberapa keluhan guru Agama Islam yaitu kemudahan dalam pengangkatan P3K utama yang honor dan sulitnya pengurusan PPG bagi guru Pendidik Agama Islam.

BACA JUGA :
Dua Ormas di Pemalang Nyaris Adu Bentrok, Diduga Perebutan Lahan Tempat Wisata Baru Eks Pabrik Gula

Politisi Golkar Sekaligus Sekretaris Komisi IV DPRD Kaltim Komitmen dengan adanya keluhan guru agama Islam akan memfasilitasi untuk adakan pertemuan kedua dengan mengundang Dinas Pendidikan Kebudayan, Kemenag dan Kepala Daerah Untuk mencari Solusi yang terbaik buat para guru agama Islam yang ada di Kalimantan Timur.

“Saya juga sangat prihatin mengenai guru agama Islam yang memang notabenet yang kita kenal sudah berkontribusi yang luar biasa kepada anak didik kita khusunya pelajaran agama Islam tidak terfalitasi dengan baik khususnya di kepangkatan dan profesi,”Ucap Salehuddin.

BACA JUGA :
Senator Asal Lampung: Penahanan Kades Tanjung Baru Dapat Berdampak Pada Stabilitas Warga Tanjung Baru

Adanya keluhan para guru agama Islam melalui Asosiasi Guru Pendidikan Agama Islam Indonesia (AGPAII) Salah satunya karna seringnya ada benturan antara Kewenagan antara dinas pendidikan dan kebudayaan dengan kemenag yang tidak sinkron sehingga guru agama islam tidak mudah mendapatkan fasilitas seperti guru pelajaran lain.

BACA JUGA :
Pastikan Semua Dalam Kondisi Baik, Bupati Bogor Tinjau Pengungsi Banjir Bandang

Dengan adanya pertemuan berikutnya dengan harapan mencari solusi buat guru Agama Islam setidaknya di fasilitasi minimal Sama dengan guru Pelajaran lain, “memang secara realistis punya hak yang sama tanpa mengesampingkan hak hak guru mata pelajaran lain utamanya jenjang karir sehingga kapasitas guru agama Islam ini bisa terpenuhi”, Tambahannya (Haerul)

**) IIkuti berita terbaru Lensa Nusantara di Google News klik disini dan jangan lupa di follow.

Tinggalkan Balasan