Lensa Nusantara
Featured Kalimantan

Komisi I DPRD Kaltim Gelar Rapat Adanya Aduan Masyarakat ke PT. IBP

Samarinda, LENSANUSANTARA.CO.ID – Komisi I DPRD Kaltim adakan Rapat Membahas adanya aduan masyarakat Atas Nama Muhammad yang terdampak aktifitas tambang Batubara oleh PT. Insani Bara Perkasa (IBP) yang lokasi kerjanya di desa Tani bhakti Lojanan KM 10 kecamatan Lojanan Kabupaten Kutaikartanegara di ruang Rapat Gedung D Lantai 3 DPRD Kaltim, Senin/05/04/202.

Rapat Aduan Masyarakat tersebut sudah Rapat lanjutan yang di lakukan beberapa waktu lalu, yang langsung di pimpin Ketua Komisi I H.J.Jahidin, Beserta Anggota DPRD M.Udin,Agiel Suwarno,H.Mashari Rais, dan Rima Hartari.

Rapat tersebut juga di hadiri Pihak Perusahaan PT.Insani Bara Perkasa (IBP), Azwar Busra (Kabid Minerba ESDM Kaltim) Darlina Malik (Inspektur Tambang),M.Jafar,Pramuda Wisnu, Abd.Hamid B (DLHK Kukar), Pajri Paji, H.Mashari Rais (DLH Provinsi)Muhammad,tri Sula Bahari (pemilik lahan).

Ketua Komisi I juga mengatakan, rapat Aduan kali ini yang kita fokuskan adalah penyilidikan pelanggaran terhadap lingkungan hidup, karena bagaimanapun tanam tumbuh milik masyarakat musnah sama sekali akibat pencemaran lingkungan dari dampak pertambangan yang dilakukan PT IBP.

Komisi 1 komitmen akan merekomendasikan Manegement PT IBP di proses secara hukum atas pelanggaran pencemaran lingkungan hidup dan perusakan tanam tumbu yang di miliki warga sekitar.

“Tetapi ini masih kita berikan kesempatan, dan juga ada kesepakatan dari Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kaltim, kemudian kita akan undang kembali Dinas Perkebunan terkait dengan tanam tumbuhnya, lalu kita bersama DLH Kaltim kita kawal bersama untuk mengecek lokasi kembali, agar OPD terkait bisa melihat langsung kondisi yang sebenarnya di lapangan,” ujar DPRD Kaltim Politisi dari Partai PKB ini.

Sedangkan aduan warga yang terkena dampak Muhammad menjelaskan, dirinya sudah memiliki lahan tersebut sejak 1987, kemudian menjadi kebun salak seluas 3,4 hektare. Namun terkena dampak pencemaran mulai dari terendam lumpur, longsor, dan banjir akibat aktivitas perusahaan.

“Meskipun masih bermasalah, tapi saya inginnya akan menyelesaikan secara kekeluargaan, juga saya menghitung ganti dari hasil kebun yang saya miliki, Ucap Muhammad.(Haerul)

Related posts

Tiga Rumah Warga di Kelurahan Pekan Tanjung Pura Ludes Dilalap Si Jago Merah

Lensa Nusantara

Bupati Hadiri Temu Teknis dengan PPL dan KCD Bahas Peningkatan Produksi Pangan di Simeulue

Lensa Nusantara

Sigap Dan Tanggap ! ! Polisi Bantu Korban Penganiayaan di Jalan Wijaya Kusuma Situbondo 

ADM