Lensa Nusantara
Bondowoso Featured

Oknum KASUN Desa Lumutan Kec. Botolinggo Diduga Lakukan Pungli Pada Guru Ngaji

Bondowoso, LENSANUSANTARA.CO.ID -Pemerintah kabupaten Bondowoso sudah membuat kebijakan untuk memberikan insentif kepada guru ngaji di wilayah Bondowoso sebesar 1,5 juta setiap Tahunnya.

Pada Tahun 2021 ini, insentif guru ngaji tersebut cair pada Bulan puasa 1442 H. dimana pada tahun 2021 ini, setiap guru ngaji diberikan kartu ATM sendiri-sendiri untuk memudahkan pencairan insentifnya, juga untuk mengantisipasi potongan atau pungli dari pihak-pihak lain.

BACA JUGA : Soal Wacana Biaya Id Card Guru Ngaji, Korkab Perguji Bondowoso: Infaq Anggota Itu Seikhlasnya

Namun, di Desa Lumutan Kecamatan Botolinggo, seorang guru ngaji mengatakan, bahwa dia dimintai uang oleh oknum Kepala Dusun (KASUN) Desa Lumutan berinisial (RFD) senilai 100 ribu. Sabtu, 29/5/2021.

Oknum Kasun yang juga seorang guru ngaji tersebut meminta uang 100 ribu setelah tiga Hari dari pencairan insentif di Bulan Puasa kemaren.

Menurut guru ngaji tersebut, oknum Kasun (RFD) meminta uang dengan alasan ‘uang lelah perangkat Desa’, agar supaya Tahun depan lancar.

“Dia (Kasun) minta 100 ribu, katanya buat uang lelah perangkat Desa, supaya Tahun depan lancar,” ucapnya polos.

BACA JUGA : Guru Ngaji di Bondowoso Mengaku Dimintai 50.000 untuk Id Card, Ini Tanggapan Koordinator

lalu dia pun menyerahkan uang yang diminta oleh oknum Kasun tersebut sebesar 100 ribu.

Terkait informasi tersebut, tim lalu mengkonfirmasikan hal itu kepada oknum Kasun (RFD) guna mendapat klarifikasi dan pemberitaan yang berimbang.

Dikonfirmasi oleh tim, oknum kasun (RFD) mengakui bahwa dia memang meminta uang 100 ribu kepada guru ngaji dengan alasan untuk uang lelah bagi perangkat Desa.

“Ya untuk uang lelah dan uang rokok perangkat Desa,” kata RFD.

Namun setalah kabar itu diketahui publik, uang 100 ribu yang diterima oleh Kasun RFD kemudian dikembalikan lagi kepada guru ngaji.

BACA JUGA : Mantan Ketua Lakpesdam NU Bondowoso: Guru Ngaji Tak Perlu Id Card

Akan tetapi, guru ngaji itu menolak menerima lagi, sehingga Kasun RFD tetap memegang uang itu yang kemudian ‘katanya’ Kasun RFD uang itu sudah disumbangkan ke masjid.

Salah satu warga mengatakan, apa yang dilakukan oleh oknum Kasun itu, bisa mencoreng nama baik Desa Lumutan, juga mencoreng nama baik guru ngaji.

“Apapun bentuk alasannya, permintaan diluar kewajiban dan kewenangannya, apalagi memanfaatkan jabatan untuk mendapatkan yang bukan haknya adalah PUNGLI, tidak dibenarkan oleh Hukum” pungkasnya.(Yadi/Rahman)

Related posts

Ditengah Pandemi Covid 19 Crew Media Online Jawara Post Dan Media Jatim Bagikan Sembako Dan Masker Gratis

Redaksi

Patroli Gabungan Polres Situbondo,Kodim 0823 dan Satpol PP Himbau Masyarakat Disiplin Prokes

ADM

Selamat Bertugas Ndann!!!Patuhi Protokol Kesehatan,Kenal Pamit Kapolres Situbondo Berlangsung Sederhana

ADM