Lensa Nusantara
Featured Sosial

Tinggal di Rumah Tidak Layak Huni, Salah Warga Pendreh Butuh Perhatian Pemerintah


Barito Utara, LENSANUSANTARA.CO.ID
Warga kurang mampu pasangan suami istri Lukas Nussa (41) dan Sumarniati (41) saat di kunjungi awak media dari organisasi Pers DPC IPJI Barito Utara di kediamannya di Desa Pendreh, Kecamatan Teweh Tengah, Kabupaten Barito Utara, menceritakan keadaan kondisi keluarga yang mengalami kesulitan untuk memenuhi kebutuhan hidup berupa sandang dan papan, Selasa (01/06).

Sungguh miris, Keluarga Lukas yang memiliki 3 orang anak ini yang semuanya perempuan. Ia mengantungkan hidupnya sebagai nelayan tradisional mencari ikan di sungai pendreh. Sudah 18 tahun hidup dibawah rumah terpal dan berpindah-pindah.

Dengan nada penuh kekecewaan Lukas menyampaikan kepada wartawan bahwa dirinya kembali luput dari perhatian pemerintah baik bantuan bedah rumah maupun sosial lainnya seperti sembako.

“Entah apa yang membuat hati Pemerintah baik Desa maupun Kabupaten hingga Pusat yang sampai saat ini kami sekeluarga belum mendapatkan perhatian,” ucapnya lirih.

Kemarin kita didata untuk dapat bedah rumah, tapi nyatanya sampai saat ini tidak ada sama sekali malah orang-orang di yang saya anggap mampu di Desa ini yang dapat bantuan tersebut, sebut Lukas lagi.

Disampaikan lukas untuk membangun tempat tinggal yang seperti ini keadaannya saya mencari bahan tongkat dan kayu bulatnya dari hutan dan untuk dinding sendiri kayu bekas yang sudah dibuang orang di sungai bengaris.

Pantauan awak media didalam rumah Keluarga Lukas sama sekali tidak memeliki peralatan elektronik serta perabotan dari listrik. Keluarga ini hidup sangat sederhana di dalam rumah berukuran 4X4 dan memasak menggunakan tunggu dari kayu bakar.

Tidak cuma itu, atap rumah yang ditempati Keluarga Lukas ini pun tidak semuanya berbahan seng karena masih kurang terpaksa memakai terpal bekas pondoknya dulu.

Disinggung mengenai pendidikan anak-anaknya dengan senyum Ia mengatakan masih sekolah walaupun tidak mendapatkan kartu indonesia pintar berupa bantuan pendidikan dari pusat.

“Untuk anak saya pertama Elsi Yulia ia tahun ini masuk SMP, sementara adiknya Ovi Jumila SD baru kelas 1, dan ini Klara Vioni belum sekolah,” terang Lukas sambil menunjukkan anaknya yang paling bungsu dalam ayunan berumur 3 tahun.

Diakhir perbincangan Ia sangat berterimakasih kepada awak media yang sudah bersedia membantu dan memberikan sembako meringkan beban keluarganya yang jauh-jauh datang ke tempatnya.

“Saya hanya beharap kepada pihak pemerintah terkhusus Pemerintah Kabupaten Barito Utara, agar dapat memperhatikan masyarakat nya yang di nilai kurang mampu dan hendaknya berikan bantuan terhadap keluarga yang benar-benar membutuhkan,ujarnya. (Julandi)

Related posts

Kapolres Tapsel Hadiri Festival Burung Berkicau di Batalyon 123/RW

Lensa Nusantara

Oknum Satpol PP Kabupaten Nias Selatan Dipanggil Panwaslu Setelah Memposting Salah Satu Paslon Cakada di Akun Facebooknya

Lensa Nusantara

Terkait Video Viral Aksi Demo Gara Gara Ucapan “Cewek Alat Pemuas” LCW Penuhi Pangilan Polisi

Lensa Nusantara