Lensa Nusantara
Banyuwangi Featured

Sengketa Lahan Seluas 4,5 H di Glenmore Banyuwangi Telah Dieksekusi

Banyuwangi, LENSANUSANTARA.CO.ID – Dimana dalam putusan eksekusi tersebut merupakan perintah dari Ketua PA sesuai dengan surat pemberitahuan pelaksanaan eksekusi nomer W.13-A3/1513/HK.05/6/2021. Selasa,(08/06/2021)

Pengadilan Agama (PA) Banyuwangi melaksanakan sita eksekusi terhadap obyek sengketa lahan seluas 4,5 Hektar di Desa Sumbergondo, Kecamatan Glenmore, Kabupaten Banyuwangi.

Eksekusi tersebut dilakukan berdasarkan amar putusan 3308/Pdt.G/2018/PA.Bwi tanggal 06 Desember 2018

Galih Subowo selaku pemohon Eksekusi Mengatakan, pada Selasa 8 Juni 2021 eksekusi Perkara ini telah dilaksanakan dengan tegas,lancar dan sempurna. “Maka untuk itu saya mengajak kepada pihak yang bersengketa, dengan adanya eksekusi ini perkara ini telah usai dan tamat,”. Katanya, usai eksekusi dilakukan, Selasa (08/06/2021).

Maka saya berharap, lanjut Galih, kedepannya kita berharap kepada semua mari kita menjalin kerukunan tentunya dengan baik dan bermartabat.

“Saya pribadi mohon maaf yang sebesar-besarnya jika ada ucapan atau tindakan yang kurang berkenan dihati yang bersangkutan,”. Ucapnya.

Sementara itu, kuasa hukum Galih Subowo, menambahkan, Terkait pihak-pihak yang tidak sepakat dengan pelaksanaan eksekusi saya pikir bisa melakukan upaya-upaya hukum tersendiri. “Artinya bila tidak sepakat silahkan ajukan proses gugatan di pengadilan,”. Kata Anang Suhendro, Selasa (08/05/2021).

Menurutnya, biarkan pengadilan yang menguji eksekusi berjalan dengan sebenarnya apa tidak, pada prinsipnya eksekusi ini sudah menjadi kesepakatan kedua belah pihak, dalam kesepakatan itu di muat dalam putusan pengadilan agama Banyuwangi. Pungkasnya

“maka celah upaya banding dan kasasi tertutup disitu, karena akte perdamaian itu sejak di tanda tangani itu berlaku dan mengikat kepada kedua belah pihak,”. Cetusnya.

Sehingga, kedua belah pihak wajib dan patuh dengan apa yang sudah menjadi kesepakatan bersama, maka Galih Subowo selaku pemohon eksekusi dalam hal ini sebagai pihak pemohon kesepakatan perdamaian, Menuntut kepada pengadilan untuk segera menyelesaikan permasalahan ini.

“karena ada beberapa pihak yang tidak mau patuh dan tunduk terhadap putusan yang sudah di sepakati bersama,”. Tegasnya.

Sehingga, pengadilan berhak untuk memaksa pihak-pihak yang tidak mau tunduk dan patuh berita acara putusan yang sudah di tentukan, maka hari ini juru sita pengadilan Banyuwangi menyerahkan 6 obyek sengketa, Secara final menjadi haknya Saudara Galih Subowo. Jelasnya. (Febri).

Related posts

Kasat Sabhara Polres Situbondo Pimpin Patroli Edukasi Masyarakat Cegah Covid-19 Di Alun Alun

ADM

Kabupaten Taliabu Zona Hijau Dinkes Siapkan 85.000 PCS Masker

Lensa Nusantara

Kasus Diduga Positif Covid-19 di kabupaten Buleleng Bali Bertambah

Lensa Nusantara