Lensa Nusantara
Featured Pemerintahan

WTP Bantaeng di Tengah Pandemi, Pengamat Ekonomi : Pemda Berhasil Keluar dari Situasi Berat

Bantaeng, LENSANUSANTARA.CO.ID – Masyarakat Kabupaten Bantaeng patut bangga. Daerah berjarak 120 kilometer dari Makassar ini menjadi daerah terbaik pengelolaan keuangan di wilayah Selatan Sulsel.

Data yang dihimpun dari Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) Sulsel menyebutkan Laporan Hasil Pemeriksaan (LHP) di sejumlah daerah di Sulsel memperlihatkan tren yang baik.

Tetapi khusus, untuk wilayah selatan Sulsel, Kabupaten Bantaeng bisa mempertahankan opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) enam kali berturut-turut. Mulai dari Makassar, Gowa, Takalar, Jeneponto dan Bulukumba gagal mempertahankan opini WTP tahun ini.

Pengamat Ekonomi dari Universitas Hasanuddin (Unhas), Dr Anas Anwar Makkatutu mengatakan, dengan predikat WTP yang diraih oleh Bantaeng menunjukkan bahwa pengelolaan keuangan daerah tersebut bagus.

Untuk dampaknya, kepercayaan masyarakat terhadap pengelolaan keuangan daerah itu baik. Artinya, tidak ada lagi keraguan masyarakat.

“Yang kesulitan sebenarnya di daerah, bagaimana menambah pendapatan. Karena stigma yang ada di masyarakat bahwa, setengah mati kita bayar pajak tapi nanti kesannya korupsi segala macam. Dengan predikat WTP, nama baik pemerintah daerah akan bagus. Sehingga lebih mudah mendapatkan pendapatan daerah. Saya yakin dengan predikat ini pendapatan daerah akan bertambah. Masyarakat akan sadar uang yang mereka bayarkan akan dikelola dengan baik,” kata Ketua Program Doktor Ilmu Ekonomi Unhas itu.

Anas juga menjelaskan, pada masa pandemi dan transisi normal baru, semua daerah dan negara mengalami berbagai macam kesulitan. Di satu sisi, pendapatan tidak ada namun kemudian pengeluaran harus lebih banyak. Kemudian menggeser program yang lain khusus menghadapi pandemi.

“Dari sisi itu kita lihat, daerah yang meraih WTP patuh, rapih dan konsisten mengikuti aturan yang ada. Seperti berani menahan proyek – proyek yang tidak berhubungan dengan pandemi dan mengalihkan ke penanganan pandemi. Itu sebenarnya kalau kita kaitkan dengan WTP maka plus itu,” jelas dia.

Lanjut Anas, predikat WTP juga menunjukkan keberhasilan Pemda yang mampu keluar dalam situasi yang berat, mampu mengalihkan anggaran dan yang terpenting tidak melanggar regulasi yang ada.

“Artinya Pemda tahu persis aturan dan masalah yang terjadi lalu kemudian melakukan perencanaan yang baru dalam rangka menghadapi pandemi sehingga mampu mempertahankan WTP,” urainya. (Fahmi)

Related posts

Bupati Pamekasan: Masukan dan Pendapat dari DPRD untuk Catatan dan Perbaikan Kinerja

Lensa Nusantara

Ir H Yoyok Mulyadi Gandeng Drs Abu Bakar Abdi Dalam Pilkada Situbondo Mendatang ini Kata Eko Febrianto

ADM

Begini Makna Kemerdekaan, Bagi Masyrakat Tengger Bromo Probolinggo

Lensa Nusantara