Lensa Nusantara
Featured Kriminal

Tiga Mafia Tanah di Surabaya Dijebloskan ke Penjara

Surabaya, LENSANUSANTARA.CO.ID – satuan reserse Kriminal (Satreskrim) Polrestabes Surabaya berhasil membekuk tiga orang yang diduga sebagai mafia tanah di surabaya. Mereka diketahui berinisial DP (49), S (52) Pegawai Negeri Sipil (PNS) dan SH (52), mereka merupakan warga Surabaya.

Kapolrestabes Kombes Pol Jhony Isir didampingi Kasat Reskrim Polrestabes Surabaya AKBP Oki Ahadian mengatakan, tanah yang diakui tersangka ini tidak tercatat di Buku C Kelurahan Manukan Kulon. Objek surat yang diduga palsu adalah Surat pernyataan penguasaan fisik dan Yuridis Bidang Tanah tanggal 10 November 2019 yang dibuat oleh DP.

“DP menerangkan bahwa dia miliki dan menguasai fisik bidang tanah Letter C 6 No. 197 yang terletak di Jalan Margomulyo,” kata Isir, Kamis (10/6/2021).

Faktanya bahwa, DP tidak memilik dan tidak menguasai objek tanah yang dimohonkan peta bidang tersebut karena tanah tersebut merupakan milik ahli waris Ikhsan dan masih dikuasai secara fisik oleh para ahli waris.

“2. IPEDA No. 197, Blok 11, Kelas d.I1, Manukan Kulon tidak tercatat di Buku C, Kelurahan Manukan Kulon tetapi IPEDA No. 191, Blok 11, Kelas d.lI tercatat atas nama M. IKHSAN/S. MARWIYAH di Buku C Manukan Wetan. Bentuk tanda tangan pada saksi lll atas nama H.FAUZEN Sama dengan bentuk tanda tangan pada beberapa dokumen.” Terangnya.

Lanjut, Kapolresbes. Dalam dokumen itu pada, orang yang mengaku sebagai H. SAFAR pada Surat pernyataan pemasangan batas bidang tanah tanggal 10 November 2019, pada orang yang bernama H.MASUD pada Surat Perjanjian tanggal 15 Maret 2016. Pada orang yang bernama H.MASUD dalam Surat pernyataan tanggal 9 Mei 2016. Padahal saksi lll atas nama H.FAUZEN (suami dari ULFA Ahli waris ICHSAN) telah meninggal dunia pada tanggal 23 Oktober 2008. sebagaimana surat keterangan kematian Kecamatan Tandes nomor :474.3/0971/436.9. 12/2008.

“Selain itu Objek Surat yang diduga palsu lainnya berupa Surat pernyataan pemasangan batas bidang tanah yang di tandatangani oleh tetangga yang berbatasan 2 orang saksi dan di tandatangani oleh yang bersangkutan dibuat tanggal 10 November 2019,”ujarnya.

Kapolres menambahkan, Faktanya bahwa yang bertanda tangan pada pemilik tanah sebelah timur bukan H ICHSAN, namun adalah SUKIR yang bukan merupakan pemilik tanahnya. Bentuk tanda tangan pemilik tanah sebelah timur sama dengan SUKIR pada surat Perjanjian tanggal 15 Maret 2016. Yang bertanda tangan pada pemilik tanah sebelah barat bukan H SAFAR, namun adalah H MASUD. Sedangkan bentuk tanda tangan tersebut sama dengan bentuk tandatangan H MASUD pada Surat Perjanjian tanggal 15 Maret 2016 dan Surat pernyataan tanggal 9 Mei 2016.

“Dalam proses permohonan tersebut tersangka DP juga dibantu oleh tersangka lain yaitu S dan SH dimana turut menandatangani surat pernyataan penguasaan fisik dan yuridis bidang tanah sebagai saksi serta turut menandatangani surat pernyataan pemasangan tanda batas sebagai saksi. Dan juga menerima uang dari H. AMIN sebesar Rp. 10.000.000,”imbuhnya.

Sementara barang bukti yang disita saat ini beberapa Copy Legalisir Warkah permohonan, Beberapa Copy Legalisir peta krawangan Persil dan Surat Pernyataan Pengoperan Hak Tanah.

“Atas perbuatanya. Ketiga orang ini akan dijerat dengan Pasal 263 KUHP Jo. Pasal 55,56 KUHP tentang Perkara Pemalsuan Surat Jo, dengan ancaman hukuman 6 (enam) tahun penjara. ” pungkasnya.

Reporter : Pan

Related posts

Bersama Mendagri RI, Dandim 0822 dan Forpimda Bondowoso Vidcon Peringatan Hari Otonomi Daerah XXV Tahun 2021

Lensa Nusantara

Tragis!.. Disaat Bermain Sepak Bola, Siswa SDN Larangan Luar III Pamekasan Meninggal Tersengat Listrik

Lensa Nusantara

Bupati Tapsel Menghadiri Acara Deklarasi Anti Anarkisme oleh DPD KNPI Tapsel

Lensa Nusantara