Berita

Ngaku Keluarga TNI dan Ancam Wartawan, Petugas KSP. Primadana Mulya Dilaporkan ke Polisi

×

Ngaku Keluarga TNI dan Ancam Wartawan, Petugas KSP. Primadana Mulya Dilaporkan ke Polisi

Sebarkan artikel ini

Bondowoso, LENSANUSANTARA.CO.ID
Staf Administrasi Koperasi Simpan pinjam (KSP) Primadana Mulya yang berlamat di jalan Pemandian Tasnan, Desa Taman, Kecamatan Grujugan. Kabupaten Bondowoso. dilaporkan ke polisi oleh seorang Wartawan media online Nasional.

Example 300x600

Pasalnya, staf bagian Administrasi itu mengancam wartawan yang sedang melakukan investigasi dan Konfirmasi peliputan di Kantor KSP tersebut.

“Buat apa memfoto saya, mau di korankan? sampean jangan macam-macam dengan saya, bapak saya TNI, apa mau tak turunkan se-Bataliyon.” kata petugas Admin KSP Primadana, kepada wartawan tersebut.

Sontak, Wartawan tersebut merasa di intimidasi, apalagi staf admin menyebut-nyebut kesatuan TNI bahkan mengancam akan menerjunkan pasukan TNI se-Bataliyon.

“Saya merasa ketakutan atas ancaman itu, saya memilih melaporkan hal tersebut ke pihak Kepolisian, dan laporan saya sudah diterima Polres Bondowoso,” ungkap Dhafir (Wartawan yang mendapat intimidasi dari KSP) tersebut.

Dhafir menjelaskan, bahwa dirinya tengah melakukan investigasi dan konfirmasi langsung kepada KSP Primadana, terkait nasabah atas nama Indatik, warga Dusun Tegal Batu Rt/RW 02/020. Desa Suko, Kabupaten Jember.

BACA JUGA :  Kunjungi Kampung Tangguh Semeru, Kapolda Jatim Beri Motivasi Warga Perangi Covid-19

menurutnya, nasabah KSP Primadana merasa kecewa, lantaran Oknum Karyawan/penagih tidak sportif dalam menjalankan tugasnya.

Nasabah mengatakan, bahwa dalam prosedur pinjaman itu ada 10 angsuran, dan setor seminggu sekali. Nasbah itu mengambil Rp.1.500.000 tapi nerimanya hanya Rp.1.005.000.

“Si nasabah melunasi sebelum jatuh tempo, tapi bermasalah. Karena penagih atas nama Rizki, meminta 3 kali  angsuran, sedangkan nasabah kurang 2 Angsuran, dengan berat hati si nasabah menuruti pihak karyawan,” kata Dhafir.

Namun, lanjut dia, setelah nasabah bayar, Kelebihan uang dari pembayaran itu tidak di kembalikan, ditambah lagi semua bukti angsuran di minta semua.

“Dia (petugas tagih KSP Primadana) bilang mau balik lagi malah tidak kunjung datang,” jelasnya menirukan yang disampaikan nasabah tersebut.

Mendapat aduan dari masyarakat, Dhafir lantas mendatangi Kantor KSP Prima Dana Mulya di jalan Pemandian Tasnan.

“Pers salah satu fungsinya adalah sebagai kontrol sosial, itu sesuai amanah undang-undang Pers, dan saya bergerak sudah dijamin oleh undang-undang,” ucapnya tegas.

BACA JUGA :  Dirnarkoba Polda Papua Barat Berhasil Menangkap 4 Tersangaka Kasus Narkoba Jenis Ganja

Dijelaskannya, dia sempat menghubungi pimpinan KSP tersebut yang bernama Holis lewat telpon selulernya, karena Holis berada diluar kantor.

Dalam percakapan lewat telpon itu, pihak KSP menyatakan bahwa, terkait pekerjaan karyawannya yang di lapangan, si pimpinan tidak tahu dan mengaku bukan urusannya.

“Kalau memang karyawan kami seperti itu, nanti kami kembalikan lebihnya Angsuran ke nasabah mas. Namun masalah kenerja karyawan kami dilapangan itu bukan urusan saya mas,” kata si pimpinan nasabah dalam rekaman percakapan konfirmasi.

Lebih lanjutnya dalam percakapan tersebut, pihak KSP enggan untuk di beritakan, karena takut dicopot oleh atasannya.

“kalau bisa jangan di beritakan mas, kalau diberitakan nanti malah Koperasi saya yang salah, dan saya bisa di copot oleh atasan saya.” katanya.

Namun pada Rabu 16 Juni dini hari, saat Diah selaku pihak KSP menyerahkan pengembalian senilai Rp.210.000 sebagai bentuk tanggung jawab kepada nasabah karena lalainya petugas lapangan,

BACA JUGA :  Ketua DPC LIN Probolinggo Raya, Dedy Mistariyanto di Panggil Bakesbangpol untuk Mengambil SKT

“Urusan KSP dengan nasabah sudah selesai, saya sebatas membantu masyarakat bawah sesuai fungsi saya sebagai insan Pers. Namun masalah ancaman dan intimidasi dari pihak Admin KSP kepada saya, merupakan urusan hukum yang harus dipertanggungjawabkan,”  kata dia.

Dalam kasus ini, Dhafir menunjuk kuasa hukum dari lembaga bantuan hukum Abu Nawas (YLBH ABU NAWAS). Yakni Nurul Jamal Habaib SH,  Subaidi. SH dan Patner.

Dikonfirmasi terpisah, salah satu tim penasehat hukum yakni Subaidi SH. mengatakan, bahwa dia telah mendampingi pelapor ke Polres Bondowoso guna melaporkan staf Admin  KSP Primadana.

“Untuk kelanjutannya, tunggu proses yang sedang dilakukan oleh penyidik Polres Bondowoso, nanti kami infokan ya,” pungkasnya. (tim)

**) IIkuti berita terbaru Lensa Nusantara di Google News klik disini dan jangan lupa di follow.

Tinggalkan Balasan