Lensa Nusantara
Berita Daerah

Imbau Para Kades Evakuasi Warga Isoman untuk Dipindahkan ke Tempat Isolasi Terpadu Guna Masifkan Upaya Penanganan Covid-19 di Trenggalek

Trenggalek, LENSANUSANTARA.CO.ID – Dokpim, Bupati Trenggalek, Mochamad Nur Arifin mulai menginstruksikan kepada para kepala desa di Kecamatan Watulimo untuk mulai mengevakuasi warga yang melaksanakan isoman di rumah. Terkhusus bagi warga yang masa isomannya masih panjang, ke tempat isolasi terpadu.

Hal ini menyusul telah dibukanya Rusunawa di Watulimo sebagai tempat isolasi terpadu Covid 19. Bupati dan jajaran Forkopimda Trenggalek, telah memastikan kesiapan Isolasi terpadu (Isoter) Rusunawa Watulimo, siap untuk menerima warga yang akan menjalankan isolasi.

BACA JUGA :  Berkat Bantuan Modal Usaha, Pengusaha Meubel di Bantaeng Ini Sudah Rekrut Pekerja

Rupanya strategi isolasi terpadu ini dijalankan menyusul penerapan PPKM level 4 mulai 26 Juli hingga 2 Agustus nanti. Cara ini diyakini lebih efektif dalam memutus mata rantai penyebaran Covid 19 serta menekan angka kematian akibat Covid 19. Lebih-lebih didukung dengan optimalisasi testing, traching dan treatment (3T).

BACA JUGA :  Puluhan Anggota Polres Pekalongan di Terjunkan untuk Membantu Mengevakuasi Korban Banjir

Dianggap efektif, karena isoter sendiri akan didukung deangan sarana prasarana yang memadai. Seperti ruang sirkulasi udara yang cukup, keberadaan nakes, obat-obatan maupun tabung oksigen.

“Tadi saya lihat, kesiapan SDM, penanggung jawab Asrama Covid (Ascov) sudah ada, dan tadi kita sudah berbincang kepada kepala-kepala desa untuk segera mengevakuasi yang isoman-isoman. Yang masa isolasinya masih panjang untuk digeser ke isolasi terpusat,” tutur Bupati Arifin, Selasa (27/7).

BACA JUGA :  H6 Ops Lilin Lodaya Polres Bogor, Jalur Puncak Ramai Lancar

Menyampaikan alasannya, kepala daerah yang getol memperjuangkan inklusifitas ini menambahkan, “agar apa? tentunya memudahkan screaning. Kalau screaningnya bisa terpantau otomatis nanti tingkat kesembuhan bisa tinggi kita kurangi tingkat keparahan klinisnya. Jangan sampai menambah tingkat kematian,” imbuhnya.

Hal ini juga ditujukan untuk menghindari klaster penyebaran di lingkungan. Terutama di lingkungan keluarga dan di lingkungan Desa Setempat, tandasnya. (Yanto/Aping)