Lensa Nusantara
Berita Pemerintahan

Wali Kota Batam Minta Penerapan Travel Bubble Ditunda

Batam, LENSANUSANTARA.CO.ID – Perkembangan kasus Covid-19 di Kepulauan Riau, terutama Kota Batam semakin melandai. Hal ini membuat Pemerintah memberikan sinyal positif untuk pembukaan travel bubble.

Kota Batam yang berbatasan dengan Singapura, sudah direncanakan untuk mulai memberlakukan travel bubble. Kawasan wisata Nongsa dijadikan pilot project untuk program pariwisata tersebut.

Namun Wali Kota Batam, Muhammad Rudi meminta penerapan travel bubble untuk bisa ditunda sampai realisasi vaksinasi Covid-19 Kota Batam tercapai 100 persen.

“Kalau saya tidak masalah ditunda, yang penting warga saya bisa tervaksin 100 persen,” ujar Rudi, Senin (11/10/2021).

BACA JUGA :  Warning, Satlantas Polres Lumajang Gelar Patuh Semeru 2020

Menurutnya. membuka pintu gerbang luar negeri untuk pariwisata bukan perkara mudah. Ia mencontohkan jika Nongsa dijadikan pilot project travel bubble, maka koneksi dengan kecamatan lain tetap harus terhubung.

“8 kecamatan lain yang ada di mainland kan tidak terpisah, masih satu daratan, tidak bisa disekat, kalau ada yang dari Batam Centre tidak serta merta dilarang ke Nongsa,” katanya.

BACA JUGA :  Legislatif Dukung Penuh Bupati Bogor Perangi Covid-19

Rudi juga menambahkan jika travel bubble atau pintu gerbang pariwisata dibuka dan selanjutnya ditemukan kasus Covid-19, maka akan berakibat buruk. Pintu gerbang dengan Singapura dipastikan akan ditutup.

“Lebih bagus meluruskannya sekarang, kita selesaikan dulu, supaya tidak ada alasan lagi dari sana (Singapura),” katanya.

Saat ini realisasi Vaksinasi Covid-19 Kota Batam masih tercapai 84 persen. Sisanya 16 persen dari sasaran belum tervaksin. Rudi mengatakan, pihaknya sedang mengupayakan realisasi vaksinasi Covid-19 dapat tercapai pada bulan November mendatang.

BACA JUGA :  Wawako Gunungsitoli Membuka Secara Resmi Forum Perangkat Daerah Tahun 2021

“Dari sebulan lalu, saya sudah targetkan setiap puskesmas melakukan vaksinasi sebanyak 500 orang per hari,” ucapnya.

Sebelumnya, Gubernur Kepri, Ansar Ahmad mengatakan penerapan travel bubble tidak mengalami pembatalan.

Dari hasil pembicaraan dengan Menteri Perhubungan telah ditentukan jalur wisatawan mancanegara.

“Jalur yang ada yaitu Bandara Batam dan Tanjungpinang, Nongsa, Bandar Bentan Telani, Pelabuhan Tanjungpinang, Harbourbay dan Batam Center,” ujar Ansar melalui konferensi pers secara virtual, Minggu (10/10/2021) malam.(Andi)