Panitia Lintas Angkatan Komitmen Sukseskan Halbil IV IAAM Yayasan Asy-Syu’ieb

  • Bagikan
Gambar ini memiliki atribut alt yang kosong; nama berkasnya adalah SMSI-MURI-C-1.png

Pamekasan, LENSANUSANTARA.CO.ID – Panitia pengajian akbar dalam rangka halal bihalal (Halbil) IV, temu alumni dan santuanan anak yatim berkomitemen menyukseskan acara yang bakal digelar Sabtu, 21 Mei 2022 itu. Acara tahunan yang digawangi Ikatan alumni alfalahul makkiyah majidiyah (IAAM) Yayasan Asy-Syu’ieb tersebut menghadirkan muballigh kondang.

Antara lain, RKH Ach Faisol pengasuh Pondok Pesantren (Ponpes) Mambaul Ulum Bata-Bata, KH Abd Aziz Husni Pengasuh Ponpes Mambaul Ulum Ganding, dan KH Musleh Adnan pengasuh pesantren tahfidz Nahdlatu Ta’limiyah Pamekasan. Panitia lintas angkatan telah mengundang sebagian muballigh itu satu tahun sebelum acara.

Ketua Panitia Pelaksana (Ketupel) Hasibuddin mengatakan, pengajian ini bersifat umum untuk alumni maupun yang bukan alumni. Panitia sengaja menyebar undangan untuk alumni meminimalisir ketidakhadiran alumni ke lembaga tercinta.

BACA JUGA :  Sosok Dr. HM. Ma’ruf Syah, SH, MH. Jiwa Santri Tumbuhkan Advokat Pejuang, Bangun Masjid Swadana Murni Rp 3,2 M

“Kami sudah bentuk koordinator di tiga Desa: Cenlecen, Karangsokon dan Batuampar untuk distribusi undangan. Segela kekurangan dan masukan bisa disampaikan ke koordinator di maksud,” paparnya.

BACA JUGA :  PK Golkar Bilah Hilir Salurkan Bantuan Pembangunan Masjid Muhammadiyah.

Karyawan Homastas itu menambahkan, IAAM tidak hanya membentuk koordinator, kepanitiaan tahun 2022 juga bervariasi. Mulai Yang paling muda hingga yang sudah tua. “Jika dihitung dari angkatan, ada panitia yang mewakili angkatan 2000,” paparnya.

Ketua Umum IAAM Yayasan Asy-Syu’ieb mengatakan, halal bihalal kali ini merupakan yang keempat. Maksud dan tujuan digelarnya acara untuk mempererat tali silaturrahmi antar alumni. Merekatkan hubungan alumni dengan lembaga, utamanya pengasuh Yayasan Asy-Syu’ieb.

BACA JUGA :  Peringatan Isra Mi'raj di Masjid As-Salamah Dihadiri Walikota Tanjungbalai

“Semoga dengan silaturrahmi tiap tahun. Alumni semakin istiqomah mengabdi. Kompak dan solid. Pengabdian memang butuh perjuangan, usaha, do’a dan materi. Tapi, tidak semua pengabdian harus diukur dengan materi,” paparnya. (Rofiuddin)

  • Bagikan