Sekda Kabupaten Blitar Dampingi Tim Penilai Lomba Desa Jatim di Desa Ploso

  • Bagikan
Sekda Blitar
Sekda Kabupaten Blitar mendampingi tim penilai lapangan perlombaan Desa dan program PKK Jatim di Desa Ploso Kecamatan Selopuro Kabupaten Blitar, Selasa (21/6/2022).
Gambar ini memiliki atribut alt yang kosong; nama berkasnya adalah SMSI-MURI-C-1.png

Blitar, LENSANUSANTARA.CO.ID – Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Blitar, Izul Marom mendampingi Tim Penilai lapang perlombaan Desa dan program PKK Provinsi Jatim di Desa Ploso Kecamatan Selopuro Kabupaten Blitar, Selasa (21/6/2022).

Menurut Izul, Desa Ploso masuk 6 desa di Jatim yang dipilih untuk dinilai lapangan. Itu karena Desa Ploso lolos penilaian adminstrasi.

“Saya harap Desa Ploso ini menjadi juara Lomba Desa tingkat Provinsi Jatim. Sehingga, nanti Desa Ploso bisa mewakili Provinsi Jawa Timur di tingkat lomba desa tingkat nasional,” urainya.

BACA JUGA :  Peduli Covid-19: AKABRI 89 Bhakti Sosial di Sukatani Bekasi

Desa Ploso merupakan perwakilan dari Kabupaten Blitar. Dikatakan Izul di Jawa Timur ada 7724 desa yang berhak mengikuti lomba desa. Yang membawa Desa Ploso hingga tahap penilaian lapangan, karena adanya kelompok ekonomi kreatif bernama Paguyuban Sari Roso.

“Terpilihnya Desa Ploso untuk penilaian di lapangan ini karena Desa Ploso waktu penilaian administrasi memang dinilai bagus. Paguyuban Sari Roso ini yang menggerakkan ekonomi masyarakat melalui usaha kecil pembuatan kue-kue tradisional,” jelasnya.

BACA JUGA :  Ketua Dewan Pendiri LBH BUTTA Toa Bantaeng Hadiri Rapat Uji Publik Ranperda Bantuan Hukum Gratis di kantor DPRD

Izul mengatakan, Kue kue tersebut dijual oleh warga Desa Ploso sendiri menggunakan sepeda motor secara keliling. informasi yang ia peroleh, putaran uang hampir lebih dari 30 juta perhari dari usaha jualan kue tersebut.

“Tentunya hal ini luar biasa. Kami dari pemerintah akan terus mendampingi usaha masyarakat ini supaya lebih berkembang supaya lebih bisa memberikan kesejahteraan kepada masyarakat, ” jelasnya.

BACA JUGA :  Sempat Panik Karena 14 Hari Tidak Pulang Warga Paiton ini Sudah Ditemukan

Tidak hanya itu, daya tarik lainnya adalah Desa Ploso menggelar harlah paguyuban Sari Roso setahun sekali di bulan Juni. Harlah tersebut sebagai ungkapan rasa syukur atas kesuksesan usaha warga Desa Ploso.

“Dalam harlah paguyuban ini, kue-kue yang dibuat oleh warga diarak keliling kampung. kemudian kue tersebut dibagikan kepada masyarakat secara gratis. Ini yang kemudian juga menarik tim juri provinsi untuk melakukan penilaian lapangan”. Tegasnya. (Arif Rismanto/ADV)

  • Bagikan