Berita

Petani di Banjarnegara Pasrah, Akibat Langkanya Pupuk Subsidi dan Mahalnya Non Subsidi

×

Petani di Banjarnegara Pasrah, Akibat Langkanya Pupuk Subsidi dan Mahalnya Non Subsidi

Sebarkan artikel ini
Suburnya padi di persawahan Desa Gumelem Wetan, Kamis, (22/12/2022), (Foto : Gunawan/ Lensa Nusantara)

Banjarnegara, LENSANUSANTARA.CO.ID – Memasuki musim tanam, para petani di Kabupaten Banjarnegara, Jawa Tengah, mengeluh akibat langkanya pupuk subsidi, meskipun sudah memiliki Kartu Tani (KT), namun semua itu tidak bisa membuat petani mendapatkan pupuk bersubsidi dengan mudah.

Saat Lensa Nusantara, melakukan pantauan ke tiga Kecamatan yaitu Susukan, Rakit dan Mandiraja, hampir semua petani yang berhasil di temui mengeluh langkanya pupuk subsidi dan mahalnya pupuk non subsidi.

Example 300x600

“Saat ini mulai musim tanam, tapi mendapatkan pupuk subsidi urea dan ponska sangat sulit sekali saat ini, setiap memasuki musim tanam selalu langka, mau menggunakan pupuk yang non subsidi harganya sangat mahal, ya saat ini pasrah saja,” ungkap Rohman petani jambu kristal asal Desa Rakit, Kamis (22/12/2022).

BACA JUGA :  Truk Pengangkut Pekerja Tebu di Banjarnegara Terjun Bebas ke Jurang, 4 Orang Dikabarkan Meninggal Dunia

Senada dengan Rohman, petani Desa Gumelem Wetan bernama Ipit (49) juga mengeluhkan langkanya pupuk disaat dirinya mulai menanam padi, meskipun kartu tani miliknya sudah dikumpulkan, namun dirinya mengaku harus menunggu, dan itupun jatah pupuk yang didapatkan tidak sesuai dengan luas sawah yang di kerjakannya.

BACA JUGA :  Bupati beserta Forkopimda OKU Mengikuti Upacara Peringatan Detik-Detik Proklamasi Kemerdekaan RI Ke-75 Tahun 2020

“Susah mas, ini saja sudah hampir dua minggu tidak ada pupuk yang subsidi, akhirnya membeli yang non subsidi seharga Rp 300 ribu/kantong, kalau subsidi kan jenis urea Rp 125 ribu dari kios, makanya saya kadang sama sesama petani di sawah saat ini hanya bisa ngeluh saja,” ungkap Ipit.

Dia berharap permasalahan kelangkaan pupuk subsidi di Banjarnegara segera mendapatkan perhatian dari pemerintah daerah, maupun pemerintah pusat, selain itu disaat panen nanti, harga padi bisa stabil.

BACA JUGA :  Sambangi Kodim 0704 Banjarnegara, Lensa Nusantara Akan Bersinergi Dalam Pemberitaan

“Berharap saja pada Pemerintah, agar pupuk jangan sampai langka seperti saat ini, dan semoga harga padi nanfi tetap stabil, agar pengeluaran dan keuntungan bisa seimbang, dan petani tidak mengalami kerugian,” pungkas Ipit. (GN)

**) IIkuti berita terbaru Lensa Nusantara di Google News klik disini dan jangan lupa di follow.