Berita

Diduga Kuat Telah Menikah Siri, ASN Pemkab Jember Dilaporkan Istri ke Polisi dan Inspektorat

×

Diduga Kuat Telah Menikah Siri, ASN Pemkab Jember Dilaporkan Istri ke Polisi dan Inspektorat

Sebarkan artikel ini
Kuasa Hukum
Kuasa Hukum S, Ihya Ulumiddin, S.H saat menyerahkan laporan, Minggu (4/6/2023). (Foto: Badri/LensaNusantara).

Jember, LENSANUSANTARA.CO.ID – S warga Desa Mulyorejo Baban, Kecamatan Silo, Kabupaten Jember geram saat mengetahui sang suami MD yang berprofesi sebagai Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Dinas Pendidikan Kabupaten Jember diduga kuat telah menikah siri dengan perempuan lain warga Desa Mrawan, Kecamatan Mayang. Terlebih lagi antara S dan MD sudah lima tahun (5) pisah ranjang meski masih satu atap rumah, Minggu (4/6/2023).

Melalui Kuasa Hukumnya S, menyerahkan sepenuhnya kasus yang dialaminya dengan sang suami. Untuk diproses sesuai hukum dan aturan yang berlaku, terlebih sang suami adalah seorang ASN/PNS serta meminta keadilan baginya.

Example 300x600

“Kepada sejumlah media Ihya Ulumiddin, S.H Kuasa Hukum S mengungkapkan, bahwa sejak awal menikah pada tahun 1996 antara S dan MD sering terjadi perselisihan. Terutama adanya perempuan lain meskipun kepergok namun selalu dimaafkan. S juga kerap mengalami kekerasan fisik jika MD ketahuan berselingkuh dengan perempuan lain,” ucapnya.

BACA JUGA :  Penyerahan Piala Bergilir Abhinaya Upangga Wisesa: Pengadilan Negeri Jember Borong Lima Penghargaan

Masih kata Udik sapaan akrabnya, S dan MD memiliki dua orang anak yang sudah dewasa, anak pertama bahkan sudah berkeluarga dan bekerja, sedangkan anak kedua belum berkeluarga meski sudah dewasa. Sudah lima tahun antara S dan MD pisah ranjang meski masih satu rumah.

BACA JUGA :  Pamekasan Night Carnival, Ini Rekayasa Lalu Lintas di Sekitar Alun-Alun Monumen Arek Lancor

“Bahkan, yang lebih parah beredar kabar di masyarakat di kedua wilayah desa yakni Desa Mulyorejo Kecamatan Silo dan Desa Mrawan Kecamatan Mayang kabar miring terkait kondisi S istri sah MD. Bahwa S telah lama sakit dan tidak bisa dipakai yang sangat melukai hati dan perasan S,” jelasnya.

Untuk itu, Udik telah melakukan langkah hukum dengan melapor ke beberapa pihak baik secara pidana dan juga ke Pemkab Jember. Karena status MD yang masih ASN di lingkungan Pemkab Jember.

BACA JUGA :  Gapoktanhut Jati Jaya Silo Gruduk Cabang Dinas Kehutanan Jember, Diduga Lahan Garapan Milik Petani Diserobot Oknum

“Tinggal bagaimana Pemkab Jember menyikapi masalah serius ini, karena melanggar PP nomor 53 tahun 2010 tentang Disiplin PNS sanksinya terberat ya dipecat secara tidak hormat, termasuk Polres Jember untuk menindak tegas sesuai aturan perundangan yang berlaku,” pungkasnya. (Dri).

**) IIkuti berita terbaru Lensa Nusantara di Google News klik disini dan jangan lupa di follow.