Berita

Cegah Korupsi di Lingkungan Sekolah, Kejaksaan Bondowoso Beri Pencerahan Hukum

×

Cegah Korupsi di Lingkungan Sekolah, Kejaksaan Bondowoso Beri Pencerahan Hukum

Sebarkan artikel ini
Kajari Bondowoso
Kajari Bondowoso Puji Triasmoro, SH., MH. Saat diwawancara awak media.

Bondowoso, LENSANUSANTARA.CO.ID – Kejaksaan Negeri Bondowoso memberikan pencerahan hukum pada puluhan tenaga pendidik di Korwil Pendidikan Pujer dan Wonosari, pada Kamis (8/6/2023).

Example 300x600

Kegiatan ini dilakukan sebagai upaya mencegah tindak pidana korupsi di lingkungan pendidikan.

Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Bondowoso, Puji Tri Asmoro, mengatakan, dalam dunia pendidikan kerap kali pengelolaan dana rentan terseret korupsi. Utamanya, dalam pengelolaan dana BOS, DAK, Bansos, dan dana hibah.

Kondisi ini terjadi dimungkinkan karena tidak didukung dengan basic kemampuan dari para pengelola keuangan di sekolah. Sering kali seorang guru merangkap menjadi bendahara.

BACA JUGA :  Tim Penggerak PKK Bondowoso Canangkan Gas Tancap, Ini Tujuannya

“Guru yang merangkap jadi bendahara.Padahal tidak mempunyai kompetensi untuk mengelola keuangan,” ujarnya.

Karena itulah kegiatan pencerahan hukum terhadap tenaga pendidik ini dilakukan sejak dua tahun terakhir. Dan dalam setiap kesempatan acara tersebut, pihaknya menekankan terpenting tak ada niatan untuk korupsi yang merugikan keuangan negara.

“Kalau di dalam kesalahan administrasi kan hal-hal yang masih dimaklumi. Sepanjang niatannya tidak niat jahat untuk melakukan korupsi,” terangnya.

BACA JUGA :  Rumah Warga Desa Sana Tengah Pamekasan Ambruk Diterjang Angin Kencang

Tak hanya di situ, Kejaksaan juga siap untuk memberikan pendampingan hukum terhasa kegiatan di lingkungan pendidikan. Seperti, pembangunan fisik dan pengadaan sarpras sekolah.

“Bisa didampingi atau konsultasi ke Kejaksaan. Sehingga, tidak ada keragu-raguan lagi,” jelasnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan Bondowoso, Sugiono Eksantoso menyadari bahwa kemampuan baik Kepala Sekolah, Bendahara maupun guru sangat kurang dalam pengelola keuangan lantaran tak ada dari mereka yang berlatar sarjana akuntasi.

BACA JUGA :  Presiden: Pandemi COVID-19 Tak Hambat Upaya Pemerintah Lakukan Reformasi Struktural

Oleh sebab itu, Ia memiliki upaya jemput bola untuk memberikan pemahaman pengelolaan keuangan yang baik dan benar dengan langsung menghadirkan pemateri dari Kejaksaan Negeri.

“Kadang kekeliruan itu tidak disengaja. Makanya harus dikawal agar pengelolaan keuangannya benar. Kita kawal agar pengelolaannya baik dengan berkolaborasi dengan Kejari ini,” pungkasnya.(Red)

**) IIkuti berita terbaru Lensa Nusantara di Google News klik disini dan jangan lupa di follow.