Pendidikan

SMPN 1 Pakem Bondowoso Padukan Literasi Numerasi dengan Pembelajaran Berdiferensiasi-Kolaboratif

141
×

SMPN 1 Pakem Bondowoso Padukan Literasi Numerasi dengan Pembelajaran Berdiferensiasi-Kolaboratif

Sebarkan artikel ini
Kepala SMPN 1 Pakem
IHT Pembelajaran Terintegrasi Literasi-Numerasi di SMPN 1 Pakem, Bondowoso

Bondowoso, LENSANUSANTARA.CO.ID – Kompetensi literasi dan numerasi siswa sedang menjadi fokus perhatian banyak sekolah. Hasil analisis raport pendidikan merekomendasikan upaya pengembangan literasi numerasi hampir di semua sekolah.

Rabu (13/9/2023) diadakan In House Training (IHT) tentang Pembelajaran Terintegrasi Literasi-Numerasi di SMPN 1 Pakem. Acara IHT digelar di Laboratorium IPA dan diikuti semua guru. Dimulai pukul 09.00 WIB dan berakhir pukul 14.00 WIB.

Example 300x600

Kepala SMPN 1 Pakem, Tien Roostini, S.Pd, M.Pd dalam sambutannya menyampaikan bahwa kegiatan ini sudah diprogramkan sejak awal tahun pelajaran baru 2023/2024. Namun padatnya kegiatan Agustusan membuat sempat tertunda.

BACA JUGA :
Jumat Berkah, Satreskrim Polres Bondowoso Doa bersama Anak Yatim

“Pengembangan literasi-numerasi melalui pembelajaran sedang menjadi fokus perhatian kami. Tentunya juga tetap dalam koridor untuk memperkuat Implementasi Kurikulum Merdeka,” ungkap Tien.

Bertindak selaku narasumber IHT adalah Fasilitator nasional pembelajaran terintegrasi literasi dan numerasi, Mohammad Hairul, M.Pd. Sekaligus ia merupakan Instruktur Nasional Literasi Baca-Tulis Badan Pembinaan dan Pengembangan Bahasa, Kemdikbudristek.

BACA JUGA :
Sejumlah Kades Kunjungi Ketua DPRD Bondowoso, Apakah Sinyal Dukungan di Pemilu 2024?

“Selain literasi dan numerasi yang terintegrasi dalam pembelajaran, pembiasaan literasi sebagai budaya sekolah juga perlu dipertahankan. Bisa juga dikembangkan melalui ekstrakurikuler jurnalistik dan kelompok ilmiah remaja (KIR),” jelas Hairul yang juga merupakan Kepala SMPN 1 Curahdami.

Lebih lanjut Hairul menjelaskan bahwa literasi numerasi bisa dimulai dengan memperkaya ruang kelas yang kaya dengan sumber literasi numerasi. Seperti halnya tersedianya infografis tentang data-data kelas.

Tutik Manuhara, S.Pd, M.Si yang bertindak sebagai moderator IHT memberikan penegasan bahwa ternyata pembelajaran literasi numerasi perlu dimulai dengan diagnosis awal tentang kemampuan literasi numerasi siswa.

BACA JUGA :
Pemkab Bondowoso Menyerahkan 54 Paket Bansos Kepada Warga Terdampak Angin Puting Beliung

Ayu Tri Dahnia, S.Pd, guru bahasa Indonesia yang mengikuti IHT juga menyampaikan kesannya. Menurutnya ia mendapatkan banyak pemahaman dari pemaparan dan diskusi bersama narasumber.

“Saya mendapatkan pemaparan yang jelas tentang bagaimana wujud pembelajaran diferensiasi dan pembelajaran kolaboratif. Serta gambaran pelaksanaan pembelajaran terintegrasi literasi-numerasi,” ujar Ayu. *