Budaya

Mahasiswa Universitas Trunojoyo Madura KKNT di Pamekasan Lestarikan Tradisi Mamaca

×

Mahasiswa Universitas Trunojoyo Madura KKNT di Pamekasan Lestarikan Tradisi Mamaca

Sebarkan artikel ini
Mahasiswa KKNT UTM
Mahasiswa KKNT UTM saat menyimak tradisi Mamaca yang dibacakan oleh narasumber.

Pamekasan, LENSANUSANTARA.CO.IDMamaca adalah salah satu seni tradisi dalam masyarakat Madura, yang sampai sekarang masih tetap diestarikan salah satunya di Desa Tanjung, Kecamatan Pademawu, Kabupaten Pamekasan, Madura, Jawa Timur. Mamaca sendiri merupakan sebuah teks berupa puisi atau cerita dengan cara dilagukan atau dinyanyikan dalam bentuk tembang (tembheng) dan dijelaskan atau diinterpretasi (tegghes) dalam bahasa Madura.

Teks yang dibacakan juga beragam, ada yang ditulis dengan menggunakan huruf Arab Melayu, ada juga yang menggunakan huruf Arab Pegon dengan menggunakan bahasa Jawa Kromo.

Example 300x600

Mahasiswa Universitas Trunojoyo Madura (UTM) yang melaksanakan Kuliah Kerja Nyata Tematik (KKNT) tahun 2023 di Desa Tanjung ini tertarik untuk mempelajari dan mendengarkan mamaca secara langsung dengan mengundang salah satu narasumber di desa tersebut.

Salah satu mahasiswa KKNT UTM Ach Farhan Dwi Septiawan mengatakan, karena ketertarikan bersama teman kelompoknya berinisiatif untuk belajar agar bisa mengetahui lebih mendalam tentang mamacah atau tembheng macapat. Menurutnya, tradisi yang ada di Madura khususnya mamaca ini sudah mulai pudar apalagi di kalangan generasi milenial.

“Kami mengundang Bapak Sudin untuk menjadi narasumber, karena kami penasaran seperti apa dan bagaimana tradisi mamaca ketika dibacakan,” ucap Farhan. Jum’at (6/10/2023) pagi.

“Semoga tradisi mamaca ini terus dilestarikan dan terutama generasi milenial mau mempelajari untuk ikut serta melestarikannya,” harap Farhan.

Sudin, merasa senang karena mahasiswa UTM yang melaksanakan KKNT di Desa Tanjung ingin belajar tentang mamaca, sebab kata dia, pada saat ini banyak anak muda yang tidak mau belajar untuk mempertahankan salah satu warisan budaya tersebut.

“Maka dari itu saya merasa sangat senang pada saat menjelaskan tentang mamacah dan oghem,” singkatnya.

Sementara, Kepala Desa Tanjung, Zabur mengaku sangat senang karena mahasiswa KKNT Universitas Trunojoyo Madura bisa belajar tentang tradisi Madura yang ada di Desa Tanjung, ia berharap mahasiswa KKNT UTM bisa melestarikan dan mempertahankan kebudayaan yang ada di Madura.

“Saatnya generasi muda untuk bisa mempelajari semua kebudayaan yang hampir punah karena itu sebuah warisan dari nenek moyang,” ujarnya. (Mahasiswa KKNT UTM).

**) IIkuti berita terbaru Lensa Nusantara di Google News klik disini dan jangan lupa di follow.