Pemerintahan

Berhasil Menurunkan Angka Stunting, Banjarnegara Raih Penghargaan Peringkat Kedua se-Jateng

×

Berhasil Menurunkan Angka Stunting, Banjarnegara Raih Penghargaan Peringkat Kedua se-Jateng

Sebarkan artikel ini
Kepala Baperlitbang Banjarnegara
Kepala Baperlitbang Banjarnegara, Yusuf Agung Prabowo, menerima penghargaan oleh Kepala Bapeda Provinsi Jawa Tengah. Kamis, 30/11/2023. (Foto : Gunawan/Lensa Nusantara).

Banjarnegara, LENSANUSANTARA.CO.ID – Kabupaten Banjarnegara menerima penghargaan dalam penanganan stunting yang diselenggarakan bersamaan dengan kegiatan rakor tim percepatan penanganan kemiskinan daerah Provinsi Jawa Tengah di Sentra Terpadu Kartini Kabupaten Temanggung. (30/11).

Penghargaan yang diserahkan langsung oleh Kepala Bapeda Provinsi Jawa Tengah kepada Kepala Baperlitbang, Yusuf Agung Prabowo S.H. M.Si yang datang mewakili Pj Bupati Banjarnegara yang tidak bisa hadir dalam penganugerahan tersebut.

Penganugerahan tersebut diberikan kepada Banjarnegara tersebut dinilai telah bekerja dengan baik dalam upaya percepatan menurunkan angka stunting yang selama ini menjadi salah satu PR penting. Kabupaten yang dikenal dengan dawet ayu-Nya itu menempati posisi peringkat ke kedua, dibawah Kabupaten Grobogan sebagai peringkat pertama.

BACA JUGA :
Ikuti Senam Bersama Warga, Anggota DPRD Banjarnegara Ajak Pola Hidup Sehat dan Bahagia

Sementara itu, menurut Kepala Baperlitbang Banjarnegara, Yusuf Agung Prabowo menjelaskan dalam acara tersebut, selain plakat dan piagam penghargaan, Kabupaten Banjarnegara menerima insentif fiskal penanganan stunting senilai Rp. 6.170.657.000 dari pemerintah pusat, serta dua insentif fiskal lain yaitu untuk kinerja penghapusan kemiskinan ekstrem Rp. 5.869.860.000 dan kinerja percepatan belanja daerah Rp. 6.109.639. Sehingga total insentif yang diterima dari ketiga kinerja sebesar Rp. 18.150.156.000.

BACA JUGA :
Bupati dan Forkopimda Nias Selatan Perdana Diberikan Vaksin Covid-19

“Alhamdulillah seluruh stakeholder di pihak Banjarnegara bersatu padu dan terkoordinasi menyasar kelompok sasaran yaitu desa fokus stunting, kita sadar stunting adalah masalah kita bersama yang butuh intervensi semua pihak, melalui terobosan program baru yaitu Bapak Ibu Asuh Stunting dengan intervensi berupa pemberian makanan tambahan kepada baduta stunting,” ungkapnya.

Hingga akhir bulan November 2023, jumlah anak stunting di Kabupaten Banjarnegara menurut data aplikasi Elektronik Pencatatan dan Pelaporan Gizi Berbasis Masyarakat (EPPGBM) terus mengalami penurunan dari tahun ke tahun, dimana pada tahun 2021 prosentase stunting sebesar 22,67% dan pada tahun 2022 menjadi 18,27 %, sementara kondisi per Oktober 2023 : 17,46 % atau turun sebesar 4,4 %. Hal ini memenuhi target yang ditetapkan Provinsi Jawa Tengah, sebesar 3,5% setiap tahunnya agar tercapai target nasional sebesar 14% pada tahun 2024.

BACA JUGA :
Pelaksanaan KBMAP Ke-IV di Kaimana, Bupati Ajak Masyarakat Ikut Menciptakan Kamtibmas Bersama TNI-Polri

“Semoga penghargaan ini menjadi penyemangat kita semua dalam upaya penurunan stunting di Kabupaten Banjarnegara. Alhamdulillah atas pencapaian yang luar biasa ini,” pungkas Agung. (Gunawan).

**) IIkuti berita terbaru Lensa Nusantara di Google News klik disini dan jangan lupa di follow.