Jepara, LENSANUSANTARA.CO.ID – Dalam rangka memperingati Hari Ibu ke-96 Tahun 2024, Pemerintah Kabupaten Jepara melalui Dinas Pemberdayaan Perempuan Perlindungan Anak Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DP3AP2KB) mengadakan seminar Hari Ibu dengan tema “Perempuan Menyapa, Perempuan Berdaya Menuju Indonesia Emas 2045”. Bertempat di Gedung PPNI Jepara, Selasa (10/12/2024).
Hadir dalam acara tersebut Kepala DP3AP2KB Kabupaten Jepara Muh. Ali, didampingi narasumber Ny. Eniek Yuniarti, TP PKK Kecamatan se-Kabupaten Jepara, Dharma Wanita Persatuan Kabupaten Jepara, anggota Gabungan Organisasi Wanita (GOW), serta tamu undangan yang hadir.
Dalam sambutanya Muh. Ali mengatakan, kualitas sumberbdaya manusia ditentukan oleh tumbuh dan berkembangnya anak, bagaimana mereka disiapkan, dibentuk, dilindungi, dan dijamin pemenuhan hak-haknya. Dengan demikian, penyiapan anak untuk menjadi manusia masa depan yang diharapkan, adalah kunci utama yang harus mendapatkan perhatian serius.
Ia juga mengatakan, bahwa peringatan Hari Ibu ini merupakan sebuah momentum bagi kita untuk tetap memberikan perhatian, pengakuan akan pentingnya eksistensi peran dan kiprah perempuan dalam berbagai sektor kehidupan.
“Peringatan hari ibu ini juga hendaknya membawa pengaruh positif pada pola pikir dan juga cara pandang masyarakat pada umumnya, dan khususnya bagi perempuan agar termotivasi untuk selalu menghargai hak-haknya sebagai perempuan,” tuturnya.
Sementara itu, Eniek Yuniarti mengatakan,
Seorang ibu memiliki potensi besar untuk berperan aktif dalam berbagai bidang. Ketika perempuan berdaya, keluarga akan lebih kuat, masyarakat lebih maju, dan bangsa pun akan berkembang pesat.
“Selaku ibu dan pimpinan pendidikan anak di dalam keluarga, kita adalah garda terdepan dalam hal mempersiapkan mental dan spiritual anak-anak. Karenanya, momentum peringatan Hari Ibu ke-96 ini kita jadikan penguat dalam membina keluarga menuju indonesia emas 2045,” ucapnya.
Lebih lanjut ia mengatakan, Peringatan Hari Ibu menjadi bukti bahwa perempuan Indonesia memiliki akses dan kesempatan yang setara dengan laki-laki seperti akses terhadap ekonomi, politik, sosial, dan sebagainya. Hari Ibu juga menjadi momen penting bagi para pemangku kepentingan, terutama dalam memberikan perhatian serta pengakuan kepada eksistensi perempuan dalam berbagai sektor pembangunan.
“Kita harus mempunyai keyakinan yang besar bahwa perempuan akan mampu meningkatkan kualitas hidupnya serta mengembangkan segala potensi dan kemampuan sebagai agen penggerak,” tutupnya.