Daerah

Aksi Unjuk Rasa Warga Desa Ramban Kulon Berujung Damai, Kades Janji Tunjukkan Rekening Silpa

216
×

Aksi Unjuk Rasa Warga Desa Ramban Kulon Berujung Damai, Kades Janji Tunjukkan Rekening Silpa

Sebarkan artikel ini

Bondowoso, LENSANUSANTARA.CO.ID – Aksi unjuk rasa yang dilakukan oleh Warga Desa Ramban Kulon Kec. Cermee Kab. Bondowoso terkait penggunaan Dana Desa Tahun Anggaran 2024 berujung damai.

Example 300x600

Aksi yang mendapat pengawalan ketat dari aparat Kepolisian tersebut menuntut agar Pemerintah Desa Ramban Kulon transparan dalam pengelolaan Dana Desa Tahun 2024 karena untuk Tahun 2022 dan 2023 sudah proses pelaporan ke Kejari Bondowoso.

Dan Koordinator Aksi yakni Ramli mengatakan kalau Kepala Desa Ramban Kulon tidak bisa menunjukkan mutasi rekening silpa maka ia bersama Warga Desa lainnya akan menyegel Kantor Desa tersebut.

BACA JUGA :
Passing Grade Tinggi, Peserta Tes P3K Ngadu ke Komisi IV DPRD Bondowoso

Upaya mediasi akhirnya dilakukan oleh aparat Kepolisian terus dilakukan hingga kedua belah pihak menyepakati adanya Surat Penyataan bermaterai dari Kepala Desa yakni Ahmad Tohir Yudianson, terkait bukti mutasi Rekening Silpa.

Dalam kesempatan yang sama, Kades Ramban Kulon menuturkan, kalau adanya kelebihan anggaran Dana Desa di Tahun 2024 bukan unsur kesengajaan, akan tetapi pada saat realisasi Dana Desa tahap akhir bersamaan dengan pelaksanaan program dari Kementrian PUPR yaitu Program PISEW dan P3TGAI.

BACA JUGA :
Kejari Bondowoso Musnahkan Barang Bukti Senpi, Narkotika Hingga Bra Wanita

“Sehingga Kami pada saat itu keteteran dalam mencari pekerja dan atas petunjuk dari DPMD Kab. Bondowoso agar kelebihan Anggaran Dana Desa tersebut agar di Silpakan saja, prihal permintaan Warga untuk menunjukkan bukti mutasi Rekening, Kami dalam pernyataan tertulis menjelaskan pada hari Rabu Tanggal 19 Februari 2025 semua data Rekening akan ditunjukkan kepada Warga,”ujarnya.

BACA JUGA :
SMPN 2 Bondowoso Gelar Workshop Implementasi Deep Learning untuk Transformasi Pembelajaran di Era Digital

Kades Ramban Kulon juga menegaskan bahwa keterlambatan mutasi Rekening Dana Silpa disebabkan ada mutasi Kaur, yang dulunya menjabat bendahara sekarang di Operator Desa.

“Kami harus mengganti spesimen tanda tangan bendahara yang ada di Bank, ditunggu saja hari Rabu pasti semua data akan Kami tunjukkan sesuai permintaan para Warga,” imbuh Kades Ramban Kulon senin (17/02/2025).