Daerah

Banyak Koperasi Desa di Bondowoso Belum Beroperasi, Ini Penyebabnya

1337
×

Banyak Koperasi Desa di Bondowoso Belum Beroperasi, Ini Penyebabnya

Sebarkan artikel ini
Peluncuran 219 koperasi desa merah putih Kabupaten Bondowoso, pada Senin 21 Juli 2025, di Pendopo setempat.

Bondowoso, LENSANUSANTARA.CO.ID – Dinas Koperasi, Perindustrian dan Perdagangan (Diskoperindag) Kabupaten Bondowoso mengakui bahwa hingga saat ini sebagian besar Koperasi Desa Merah Putih belum beroperasi sejak diluncurkan pada Senin 21 Juli 2025 lalu.

Kabid Koperasi Diskoperindag Bondowoso, Navi Setiawan, menyampaikan saat ini dari 219 koperasi desa/keluarahan di Bondowoso memang ada yang sudah beroperasi tapi sebagian besar belum berjalan.

Example 300x600

Menurut Navi, belum beroperasinya Koperasi Desa yang digadang gadang mendongkrak perekonomian desa itu karena faktor permodalan dan masih dalam tahap menggali potensi desa hingga saat ini.

BACA JUGA :
Pilkades di Bondowoso Masih Ngambang, Komisi IV "Jemput Bola" ke Kantor DPMD

“Juga kurangnya pemahaman tentang perkoperasian,” kata Navi, dikonfirmasi, Jumat (29/8/2025).

Kendati begitu, Navi menyebut ada beberapa Koperasi Desa dan Kelurahan yang sudah mulai berjalan, diantaranya Badean, Dabasah, Pancoran, Cangkring dan Cermee.

Sementara itu, Kahfi Hasan Alfi, Tenaga Ahli Pemberdayaan Masyarakat (TAPM) Kabupaten Bondowoso, mengatakan pada dasarnya selama Administrasi Hukum Umum (AHU) Kopdes sudah ada, maka boleh beroperasi.

BACA JUGA :
Ini Pesan Mayjen TNI Suharyanto, S. Sos, MM., Kepada Prajurit Kodim 0822 Bondowoso

“Sekarang tergantung dari inisiatif dan kecepatan pengurus Kopdes yang sudah dipilih saat Musyawarah Desa,” tutur Kahfi.

Kahfi mencontohkan Kopdes Pancoran, mereka aktif bergerak, sehingga mulai buka usaha.

“Sedangkan untuk chaneling dengan perbankan, ya kewajiban pengurus untuk buat proposal kelayakan bisnisnya dan kemudian di ajukan ke desa untuk dibawa ke Musdes agar dapat persetujuan,” ungkapnya.

BACA JUGA :
Korban Tragedi Kanjuruhan Asal Bondowoso Dirawat di RS. Koesnadi

Menurut Kahfi, memang Kopdes ini masih banyak PR, leading sektor Kementerian Koperasi sampai Dinas Koperasi Kabupaten sampai hari ini juga masih belum optimal membina Kopdes, karena mungkin lembaga tersebut belum punya tenaga pendamping lapangan.

“Sedangkan kami pendamping desa selama ini hanya sebatas tenaga supporting saja, sesuai perintah Kemendes,” pungkasnya. (*)