Pemerintahan

7 Bulan Gus Fawait Memimpin, Angka Kemiskinan dan Inflasi Jember Turun di Bawah Rata-rata Nasional

2215
×

7 Bulan Gus Fawait Memimpin, Angka Kemiskinan dan Inflasi Jember Turun di Bawah Rata-rata Nasional

Sebarkan artikel ini
Plt Kadiskominfo Jember Regar Jeane D.N, Kamis (18/9/2025).(Foto: Badri/ Lensa Nusantara)

Jember, LENSANUSANTARA.CO.ID – Pemerintah Kabupaten Jember telah berhasil mencatat sejumlah kemajuan signifikan selama tujuh bulan kepemimpinan Bupati Muhammad Fawait atau yang akrab disapa Gus Fawait. Dua program prioritas, yakni penurunan angka inflasi dan kemiskinan ekstrem, berhasil menunjukkan capaian yang memuaskan.

Plt Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Kadiskominfo) Kabupaten Jember, Regar Jeane D.N., menyampaikan hasil positif ini setelah pertemuan koordinasi antara Bupati dengan Badan Pusat Statistik (BPS), Bank Indonesia (BI), dan BPJS Kesehatan.

Example 300x600

“Data kabupaten Jember menunjukkan perkembangan positif dalam waktu 7 bulan ini, Gus Bupati berhasil menurunkan angka kemiskinan terendah dalam 10 tahun terakhir,” ungkap Regar.

BACA JUGA :
Piala Bupati JFT 2025 Siap Digelar di Pantai Papuma, Hadiah Rp 100 Juta Diperebutkan

Data terbaru selama 7 bulan berhasil menurunkan angka kemiskinan secara absolut, dari 224.077 jiwa menjadi 216.076 jiwa.

“Kabupaten Jember. Secara persentase, tingkat kemiskinan turun dari 9,01% pada tahun 2024 menjadi 8,67% di tahun 2025, atau mengalami penurunan sebesar 0,34%,” imbuhnya.

Selain itu, inflasi di Jember juga relatif terkendali. Regar menjelaskan bahwa tingkat inflasi Kabupaten Jember berada di angka 2,06%, lebih rendah dibandingkan tingkat inflasi Jawa Timur maupun nasional.

BACA JUGA :
Pencairan Insentif Guru Ngaji di Sukowono Jember Lebih Mudah dan Cepat, Pemerintah Jemput Bola

“Dari bulan ke bulan, Kabupaten Jember bahkan mengalami deflasi. Pada bulan Agustus 2025 inflasi mencapai minus 0,04% dibanding bulan Juli yang sebesar 0,34%,” jelasnya.

Keberhasilan ini didukung oleh berbagai upaya strategis, seperti pertumbuhan ekonomi lokal yang stabil, peningkatan investasi, serta program-program pemerintah yang fokus pada penciptaan lapangan kerja, seperti padat karya dan pemberdayaan usaha mikro kecil.

Selain itu, sektor pertanian dan perkebunan, termasuk kopi, tembakau, dan kakao, Pemulihan pasar tradisional dan kebijakan pembangunan daerah di sektor prioritas, seperti kesehatan, pendidikan, penguatan kelembagaan desa, perekonomian masyarakat, dan infrastruktur desa serta pertanian, program beasiswa dan UHC prioritas sudah di lakukan selama ini cukup berdampak. Juga menjadi faktor penopang capaian positif ini.

BACA JUGA :
Publik Puas Atas 100 Hari Kerja Pemerintahan Fawait-Djoko Masuk Terbaik Capai 82,8 Persen

“Semoga ke depan kita bisa menjaga keberlanjutan penurunan ini sambil terus mengurangi kesenjangan pendapatan di masyarakat. “Kami akan terus fokus pada peningkatan produktifitas pertanian dan memberikan akses bagi usaha kecil,” pungkasnya,” pungkasnya.