Peristiwa

Diduga Keracunan MBG, Puluhan Siswa SMPN 1 Kragan Rembang Dilarikan ke Puskesmas

2968
×

Diduga Keracunan MBG, Puluhan Siswa SMPN 1 Kragan Rembang Dilarikan ke Puskesmas

Sebarkan artikel ini
Diduga keracunan Makan Bergizi Gratis (MBG) puluhan Siswa SMPN 1 Kragan dibawa ke Puskesmas.

Rembang, LENSANUSANTARA.CO.ID – Diduga keracunan Makan Bergizi Gratis (MBG) puluhan Siswa SMPN 1 Kragan dibawa ke Puskesmas.

Kepala SMPN 1 Dahlan Slamet ketika dikonfirmasi lewat WhatsApp wartawan membenarkan bahwa ada puluhan siswa tidak masuk sekolah karena diare. Usai MBG berupa mie, tumis daun sawi, tahu rebus, ayam kuah dan buah melon. Selasa (23/9/25)

Example 300x600

Kami langsung mengintruksikan kepada orang tua wali murid lewat group masing-masing agar anak-anak yang merasa perutnya mual mau muntah segera ke Puskesman agar mendapatkan penanganan segera mungkin.

BACA JUGA :
31 SPPG di Kabupaten Banjarnegara yang Kantongi SLHS, Endar: Tiga Dalam Proses‎

Kami masih menunggu Dinas terkait berkaitan dengan kejadian luar biasa di sekolah kami, ratusan siswa mengalami mual-mual usai kemarin Makan siang Gratis.

Sementara itu, Kepala Bidang Pencegahan Dan Pengendalian Penyakit Dinas Kesehatan Kabupaten Rembang, dr M. Rehulina menjelaskan sampai Rabu siang, pihaknya masih melakukan pengecekan dan mencari informasi dilapangan.

BACA JUGA :
Libur Sekolah, Banyak Siswa Memanfaatkan Berkunjung Ketempat Wisata di Rembang

Kepala Puskesmas 1 Kragan, Ahmad Fuad, bahwa jumlah siswa yang dibawa ke Puskesmas total ada 173 anak. Setelah mendapatkan perawatan secara intensif sebanyak 160 anak sudah diperbolehkan pulang dan tetap menjaga kesehatan dan bila masih belum ada perubahan langsung dibawa kembali Puskesmas.

BACA JUGA :
Kapolda Sumut Resmikan SPPG Polres Simalungun, Tekankan Pentingnya Security Food

“Hingga pukul 14.00WIB masih tersisa 13 anak untuk tetap menjalani perawatan karena masih lemas dan perlu perawatan lanjutan,”ujarnya.

Salah satu orang tua siswa yang gak mau disebut namanya menyarankan untuk MBG bisa ditinjau kembali program ini kalau hanya menambah derita siswa.