Blitar, LENSANUSANTARA.CO.ID -Pembangunan desa di Kabupaten Blitar kembali menunjukkan lompatan signifikan. Sebanyak 22 desa resmi naik status dari Desa Maju menjadi Desa Mandiri, sebuah capaian yang langsung mendapat apresiasi dari Bupati Blitar, Rijanto.
Sebagai bentuk penghargaan atas kerja keras pemerintah desa dalam membangun tata kelola dan pelayanan publik, bupati menyerahkan mobil dinas kepada 22 desa berprestasi tersebut. Menurutnya, langkah itu sekaligus menjadi penyemangat bagi desa lain untuk terus berbenah.
“Ini capaian luar biasa. Sebanyak 22 desa di Kabupaten Blitar telah menjadi Desa Mandiri, bahkan ada yang terbaik secara nasional,” ujar Bupati Rijanto, Sabtu (22/11/2025).
Ia menambahkan, status Desa Mandiri tidak datang begitu saja. Ada proses panjang, evaluasi berlapis, dan pemenuhan berbagai indikator yang harus dijalani oleh pemerintah desa.
“Tentu tidak mudah mencapai status Desa Mandiri. Banyak sekali kelengkapan yang harus dipenuhi dan penilaiannya sangat rumit,” ujarnya.
Bupati berharap prestasi ini menjadi motor penggerak bagi desa lain untuk mengejar level yang sama. Ia menegaskan bahwa pemerataan pembangunan desa terus menjadi prioritas pemerintah daerah.
“Saya berharap capaian ini terus dipertahankan. Untuk desa yang belum masuk kategori Desa Mandiri, jangan patah semangat. Terus bekerja lebih baik,” pesannya.
Berikut 22 Desa di Kabupaten Blitar yang resmi berstatus Desa Mandiri:
Ringinanom, Maron, Selokajang, Plumpungrejo, Dawuhan, Plosorejo, Darungan, Sidomulyo, Tumpakkepuh, Langon, Gembongan, Kedawung, Bangsri, Jowut, Gogodeso, Bangle, Sawentar, Bacem, Panggungrejo, Ngembul, Birowo, dan Resapombo.
Capaian ini menjadi bukti bahwa penguatan pembangunan desa di Kabupaten Blitar terus bergerak menuju arah yang lebih maju, mandiri, dan berkelanjutan. Pemerintah kabupaten memastikan dukungan akan berlanjut demi memperkuat kualitas layanan desa dan kesejahteraan masyarakat.( arif/ADV/Kominfo)














