MADIUN, LENSANUSANTARA.CO.ID — Pengurus Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Cabang Madiun periode 2025–2028 resmi dilantik pada Sabtu, (22/11/2025) di Hotel Mercure Madiun. Pelantikan tersebut didasarkan pada Surat Keputusan Pengurus Besar Ikatan Dokter Indonesia Nomor 01/PP/A4/10/2025 tentang pengesahan susunan personalia Pengurus IDI Cabang Madiun Masa Bakti 2025–2028.
Dalam SK tersebut, setelah memperhatikan surat dari Pengurus IDI Jawa Timur Nomor 2660/STK/IDI/WC/IX/2025 tanggal 3 Oktober 2025, serta surat dari IDI Cabang Madiun Nomor 057/IDI/MD/IX/2025 tanggal 24 September 2025, hasil Musyawarah Cabang IDI Cabang Madiun tanggal 13 September 2025, PB IDI memutuskan dan menetapkan susunan personalia pengurus.
Pada keputusan tersebut, dr. Andika Tommy Permana ditetapkan sebagai Ketua IDI Cabang Madiun periode 2025–2028. Pelantikan ini menjadi momentum bagi IDI untuk memperkuat kolaborasi dengan pemerintah daerah dalam meningkatkan kualitas layanan kesehatan di wilayah Madiun.
Ketua IDI Cabang Madiun yang baru dilantik, dr. Andika Tomy Permana, menyampaikan bahwa kehadiran para pimpinan daerah merupakan bentuk dukungan nyata terhadap organisasi profesi dokter tersebut.
“Dengan dukungan para pemimpin dan pemangku kebijakan, kami semakin yakin dapat meningkatkan kualitas kesehatan di Kota dan Kabupaten Madiun,” ujarnya.
dr.Tomy menyatakan komitmennya mendukung penuh program prioritas pemerintah, terutama KJSU (Kanker, Jantung, Stroke, Urologi).
“Kami akan berfokus pada program pemerintah tersebut. Terutama stroke dan penyakit pembuluh darah yang menempati peringkat tertinggi penyebab kematian,” jelas dr. Andika.
Terkait rencana pemerintah daerah untuk menempatkan dokter spesialis di setiap puskesmas, IDI memastikan kesiapannya.
“Kami mengikuti apa yang dicanangkan pemerintah. Jika jumlah spesialis kurang, pemerintah dapat memberikan beasiswa pendidikan, baik di kota maupun kabupaten,” terangnya.
Dr.Tommy juga mengungkap beberapa tantangan yang dihadapi IDI Madiun saat ini.
“Jumlah anggota yang semakin banyak itu keuntungan sekaligus tantangan. Selain itu, masyarakat kini lebih kritis mencari informasi sehingga kami harus lebih edukatif,” ujarnya.
Ia juga menyoroti rendahnya kepatuhan masyarakat dalam pengobatan penyakit tertentu.
“Obat TB atau hipertensi sering tidak diminum sampai tuntas. Ini tugas kami untuk terus mengingatkan,” tambahnya.
Sementara itu, Wakil Bupati Madiun dr. Purnomo Hadi, menegaskan bahwa Pemkab Madiun akan melakukan evaluasi menyeluruh terkait ketersediaan tenaga kesehatan.
“Tenaga kesehatan ini sangat penting. Kami bersama Dinas Kesehatan akan melakukan evaluasi agar masyarakat mendapat pelayanan paripurna,” ungkapnya.
Ia juga menyebutkan bahwa tantangan kesehatan seperti TBC masih menjadi pekerjaan besar dan membutuhkan penanganan komprehensif.
“Kebutuhan dokter spesialis juga masih tinggi karena dunia kesehatan selalu update dan upgrade,” tegasnya.














