Pemerintahan

Hadapi Pemotongan Dana Transfer, Sawahlunto Terapkan ‘Survival Budget’ dalam APBD 2026

1725
×

Hadapi Pemotongan Dana Transfer, Sawahlunto Terapkan ‘Survival Budget’ dalam APBD 2026

Sebarkan artikel ini
Pemerintah Kota Sawahlunto resmi menetapkan Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Tahun 2026 .

Sawahlunto, LENSANUSANTARA.CO.ID — Pemerintah Kota Sawahlunto resmi menetapkan Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Tahun 2026 menjadi Peraturan Daerah setelah Wali Kota Sawahlunto Riyanda Putra bersama pimpinan DPRD menandatangani kesepakatan persetujuan bersama dalam rapat paripurna di gedung DPRD.29/11.

Rapat dipimpin langsung oleh Ketua DPRD Kota Sawahlunto, Susi Haryati, didampingi dua unsur pimpinan lainnya, yakni Wakil Ketua H. Jaswandi dan Elfia Rita Dewi, serta dihadiri Wali Kota Sawahlunto Riyanda Putra dan Wakil Wali Kota H. Jeffry Hibatullah.

Example 300x600

Turut hadir segenap anggota DPRD, jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), Sekretaris Daerah, para Asisten, Staf Ahli, hingga seluruh Kepala Perangkat Daerah (SKPD), termasuk pimpinan BUMN/BUMD, tokoh masyarakat, dan rekan-rekan wartawan.

BACA JUGA :
Pemko Sawahlunto Resmikan Kelas Baru SMP IT Sahabat Quran Talawi, Perkuat Pendidikan Berbasis Keagamaan

pendekatan “survival budget” untuk memastikan seluruh layanan dasar masyarakat tetap berjalan optimal di tengah tekanan fiskal daerah yang dipengaruhi dinamika kebijakan nasional, termasuk pemotongan dana transfer ke daerah.
Wali Kota Riyanda Putra menjelaskan bahwa pendapatan daerah tahun 2026 ditargetkan sebesar Rp485,08 miliar, sementara belanja daerah mencapai Rp544,23 miliar, sehingga terjadi defisit sebesar Rp59,09 miliar. Defisit tersebut akan ditutup melalui penerimaan pembiayaan dari SILPA tahun sebelumnya sebesar Rp60,76 miliar.

BACA JUGA :
Wali Kota Sawahlunto Pimpin Upacara Peringatan Hari Ibu ke-97 Tahun 2025


“Prinsip survival budget berarti pemerintah daerah harus memastikan sektor-sektor fundamental tetap berjalan, seperti pendidikan, kesehatan, perlindungan sosial, hingga infrastruktur publik. Meskipun ruang fiskal tertekan, pelayanan kepada masyarakat tidak boleh terganggu,” ujar Wali Kota.


Ia menegaskan bahwa Pemerintah Kota Sawahlunto berkomitmen melaksanakan APBD 2026 dengan fokus pada efisiensi, prioritas kebutuhan publik, serta adaptasi kebijakan agar pelayanan tetap stabil dan pembangunan pada sektor-sektor prioritas tetap terlaksana.

BACA JUGA :
Rakor Strategis Sawahlunto Bahas Banjir, Kinerja ASN, dan Penyelesaian Program Akhir Tahun


Di akhir penyampaiannya, Wali Kota Riyanda memberikan apresiasi kepada DPRD Sawahlunto atas kerja sama dan sinergi yang terjalin baik dalam setiap tahapan penyusunan hingga pembahasan APBD 2026.
“Terima kasih kepada DPRD atas dukungan dan komitmennya. Sinergi ini penting agar pembangunan daerah tetap berjalan meski tantangan fiskal semakin berat,” ungkapnya.(Suherman)