Sawahlunto, LENSANUSANTARA.CO.ID – Duka mendalam masih menyelimuti Pulau Sumatera menyusul rangkaian bencana alam yang melanda sejumlah wilayah, mulai dari Aceh, Sumatera Utara hingga Sumatera Barat.
Banjir bandang dan longsor menyebabkan ribuan warga terdampak, ratusan rumah rusak, serta melumpuhkan aktivitas masyarakat di berbagai daerah.
Di Sumatera Barat, salah satu wilayah yang terdampak cukup parah adalah Nagari Muaro Pingai, Kecamatan Junjung Sirih, Kabupaten Solok. Banjir bandang yang menerjang kawasan tersebut mengakibatkan kerusakan pemukiman, lahan pertanian, serta memutus sejumlah akses transportasi warga.
Di tengah kondisi tersebut, Alumni Angkatan 88/91 SLTP/SLTA Kota Sawahlunto menggalang donasi kemanusiaan untuk membantu para korban. Bantuan berupa paket sembako diantarkan langsung ke lokasi terdampak oleh perwakilan alumni pada Minggu, 7 Desember 2025.
Terlihat di lokasi, warga bersama relawan, TNI, dan unsur terkait lainnya bekerja sama membersihkan reruntuhan serta lumpur yang masih menggenangi jalan dan rumah penduduk.
Tomo (53), salah satu perwakilan warga penerima bantuan, menyampaikan rasa terima kasihnya atas kepedulian Alumni 88/91 terhadap masyarakat Muaro Pingai.
“Alhamdulillah wa syukurillah, terima kasih atas kedatangan rekan-rekan dan kepeduliannya kepada kami warga Muaro Pingai dengan menyalurkan bantuan sembako. Semoga berkah dan mendapat balasan dari Allah SWT, serta dilimpahkan rahmat dan rezeki bagi rekan-rekan semua,” ujar Tomo yang juga merupakan alumni 88/91.
Bendahara kegiatan, Etrawati, menjelaskan bahwa penggalangan dana dilakukan secara swadaya oleh para alumni sebagai bentuk empati terhadap para korban bencana.
“Donasi berasal dari rekan-rekan alumni dan masyarakat umum yang tergerak melihat kondisi saudara-saudara kita di Muaro Pingai. Bantuan ini kami prioritaskan untuk kebutuhan mendesak seperti beras, minyak, sarden, mi instan, gula, dan makanan ringan,” jelasnya.
Sementara itu, Koordinator kegiatan, Marjafri, menyampaikan bahwa penyaluran bantuan ini merupakan wujud kepedulian dan persaudaraan antar sesama.
“Musibah ini adalah duka bagi kita semua. Kami hanya berusaha meringankan beban saudara-saudara kita di Muaro Pingai. Bantuan ini mungkin tidak besar, tetapi kami berharap benar-benar bermanfaat,” kata Marjafri.
Ia juga menambahkan bahwa penggalangan dana masih terus dilakukan dan penyaluran tahap berikutnya akan diarahkan ke daerah lain yang turut terdampak bencana.
“Kami berharap para korban diberi kekuatan dan kesempatan untuk kembali bangkit menjalani kehidupan sebagaimana mestinya,” ujarnya.
Hingga kini, warga Muaro Pingai masih membutuhkan bantuan lanjutan, baik berupa logistik maupun dukungan untuk perbaikan rumah dan lahan pertanian yang rusak akibat banjir bandang.(Suherman)














