Berita

Pengolahan Limbah Dipertanyakan, SPPG Assalam Diduga Cemari Lahan Pertanian

1782
×

Pengolahan Limbah Dipertanyakan, SPPG Assalam Diduga Cemari Lahan Pertanian

Sebarkan artikel ini
Salah satu pemilik lahan terdampak mengecek aliran air bercampur endapan limbah yang diduga berasal dari dapur produksi SPPG Assalam di Desa Sumberejo, Geger, Madiun, Senin (8/12/2025).

MADIUN, LENSANUSANTARA.CO.ID — Aktivitas dapur produksi pada Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Assalam di Desa Sumberejo, Kecamatan Geger, Kabupaten Madiun, diduga mencemari lahan pertanian milik warga sekitar. Limbah cair yang mengandung minyak dan sisa bahan pencuci dilaporkan mengalir ke sawah dan menimbulkan bau menyengat yang berpotensi membuat tanah tidak bisa diolah seperti selayaknya.

Dari pantauan di lapangan, limbah cair tersebut terlihat mengalir melalui saluran pembuangan yang diduga berasal dari instalasi dapur SPPG, kemudian masuk ke area persawahan. Seiring waktu, endapan berwarna kehitaman terlihat menumpuk di titik aliran air.

Example 300x600

Pemilik salah satu lahan terdampak, Putut Wagimitoyo, mengaku kondisi ini mulai terjadi sejak fasilitas penyedia makanan bergizi tersebut mulai beroperasi melayani ribuan porsi setiap hari.

BACA JUGA :
Kirab Maskot Pilkada Serentak 2024, Si Jali dan Keris Tundung Madiun Akan Berkeliling Selama Tiga Hari

“Air pembuangan dari SPPG itu masuk ke sawah, baunya kuat. Kalau dibiarkan, ke depan sawah pasti tidak bisa diolah. Limbahnya itu bekas cucian perlengkapan masak, campuran sabun, minyak, dan lain-lain. Endapannya makin lama makin banyak,” ujarnya, Senin (8/12/2025).

Sebelum SPPG beroperasi, kata Putut, air yang masuk ke sawah hanya berasal dari limbah kolam ikan warga dan tidak menimbulkan gangguan. Kondisi mulai berubah setelah kegiatan produksi makanan yang mencapai 2.800 porsi .
Selain bau yang mengganggu, Putut menyebut sejumlah petani juga mengalami gatal-gatal setelah beraktivitas di area sawah terdampak. Ia mengaku tidak pernah menerima pemberitahuan ataupun penjelasan resmi dari pengelola maupun pemerintah desa terkait aliran limbah tersebut.

BACA JUGA :
Bupati Madiun dan Kapolres Gelar Silaturahmi bersama Asparagus, Perkuat Sinergi Ulama dan Aparat

“Tidak ada konfirmasi sama sekali. Dari pengelola juga tidak pernah menyampaikan apa-apa,” tambahnya.

Menanggapi keluhan warga, Slamet selaku pengelola SPPG Assalam menyatakan bahwa limbah dapur tidak langsung dibuang ke lahan warga. Menurutnya, saluran pembuangan telah menggunakan sistem resapan dan sebagian diarahkan ke parit di sisi barat bangunan.

“Kalau limbah itu dibuang di resapan. Kalau sampai ke sana, mungkin ada beberapa hal karena setiap rumah tangga kan beda-beda. Parit bagian barat memang ada, tapi soal yang di luar itu saya kurang tahu,” ungkap Slamet.

BACA JUGA :
Pemkab Madiun Gelar Doa bersama untuk Negeri dan Almarhum Affan Kurniawan

Saat ditanya mengenai dugaan paralon pembuangan yang mengarah langsung ke sawah warga, Slamet tidak memberikan jawaban pasti.

“Saya tidak berani mengatakan benar atau tidak. Tapi setahu saya itu masuk ke parit,” katanya.

Meski demikian, Slamet menegaskan pihaknya siap menyesuaikan sistem pembuangan limbah jika ditemukan pelanggaran atau jika warga meminta penyesuaian jalur aliran.
“Kalau ada saran supaya diturunkan atau diarahkan ke saluran lain, saya ikuti sesuai peraturan,” ujarnya.