Kotawaringin Barat, LENSANUSANTARA.CO.ID – Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Kotawaringin Barat melaksanakan sosialisasi peningkatan peran serta masyarakat dalam pengelolaan sampah rumah tangga dengan tema “Kelola Sampah Mulai dari Rumah, Wujudkan Kelurahan/Desa Bersih dan Sehat”. Kegiatan ini digelar di Gedung Olahraga Mario, Perumahan Beringin Rindang RT 08, Desa Pasir Panjang, Kecamatan Arut Selatan, Senin (8/12/2025).
Sosialisasi tersebut dihadiri warga setempat serta para Ketua RT. Hadir pula Kepala Bidang Pengelolaan Kebersihan dan PKLH DLH Kobar, Nurliani, S.Hut., M.M., bersama jajaran DLH lainnya, yaitu Damaris Tiku, S.ST (Pengendali Dampak Lingkungan Hidup Ahli Muda), Sudaryati, S.T. (Penyuluh Lingkungan Hidup Ahli Muda), dan Nunung Nurhayatie (Pengadministrasi Perkantoran).
Dalam penyampaiannya, Nurliani menjelaskan bahwa volume sampah di Kabupaten Kotawaringin Barat mencapai sekitar 141 ton per hari, yang sebagian besar berasal dari sampah organik, terutama sisa makanan rumah tangga.
“Sumber terbesar timbunan sampah kita adalah sampah organik. Jika tidak dikelola sejak dari rumah, maka beban Tempat Pembuangan Akhir akan semakin berat,” ujarnya.
Ia juga mengingatkan masyarakat agar tidak menumpuk sampah di pinggir jalan karena tindakan tersebut melanggar aturan dan merusak lingkungan.
“Di sepanjang Jalan H.M. Rafii masih banyak ditemukan sampah menumpuk di badan jalan. Padahal pemerintah sudah menyediakan tempat pembuangan khusus,” tegas Nurliani.
Sementara itu, Pengendali Dampak Lingkungan Hidup DLH Kobar, Damaris Tiku, memaparkan bahwa sampah rumah tangga dapat memiliki nilai ekonomi jika dipilah dengan benar.
“Besi bekas bisa dijual sekitar Rp3.000 per kilogram, aluminium seperti panci atau wajan bekas sekitar Rp15.000 per kilogram. Kertas bekas seperti bungkus makanan dan kotak susu dihargai sekitar Rp300 per kilogram,” jelasnya.
Ia menambahkan bahwa kaleng minuman bekas dapat dijual hingga Rp12.000 per kilogram, sementara jerigen bekas minyak goreng memiliki nilai sekitar Rp1.000 per kilogram.
“Jika pemilahan dilakukan dari rumah, bukan hanya mengurangi pencemaran lingkungan, tetapi juga menambah penghasilan keluarga,” tambah Damaris.
Ketua RT 08 Perumahan Beringin Rindang, Aryadi Akuan, mengapresiasi kegiatan ini dan menyebut edukasi tersebut sangat bermanfaat bagi warga.
“Kami sangat mendukung langkah DLH yang turun langsung memberikan pembinaan. Sosialisasi ini membuka wawasan warga bahwa sampah tidak hanya menjadi persoalan kebersihan, tetapi juga memiliki potensi ekonomi,” ujarnya.
Melalui kegiatan ini, DLH Kobar berharap kesadaran masyarakat semakin meningkat dalam pengelolaan sampah rumah tangga sehingga tercipta lingkungan yang lebih bersih, sehat, dan berkelanjutan. (Firman Muliadi).














