MADIUN, LENSANUSANTARA.CO.ID — Pemerintah Kabupaten Madiun merespons temuan paket Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang diduga berjamur dan dinilai tidak sesuai kebutuhan gizi anak usia PAUD. Bupati Madiun Hari Wuryanto menegaskan, seluruh paket MBG bermasalah telah ditarik dan dihentikan distribusinya sejak temuan tersebut terdeteksi.
“Begitu ada laporan, semua langsung kami tarik. Tidak sampai terdistribusi ke semuanya karena sejak awal sudah terdeteksi dini,” kata Hari Wuryanto kepada wartawan setelah acara penyerahan bantuan UPPO di Desa Bolo Kecamatan Kare, Selasa (30/12/2025).
Bupati menjelaskan, Pemkab Madiun telah memanggil sejumlah Satuan Pelaksana Program Bergizi (SPBG) untuk dimintai klarifikasi. Ia menegaskan, pelaksanaan MBG wajib mematuhi Standar Operasional Prosedur (SOP) yang ditetapkan Badan Gizi Nasional.
“Kalau menyalahi SOP, akan kami hentikan operasionalnya dan dananya tidak akan bisa dicairkan. Ini ada konsekuensinya,” tegasnya.
Hari Wuryanto menyebut Pemkab Madiun telah membentuk Satuan Tugas (Satgas) MBG yang diketuai oleh Sekretaris Daerah untuk memastikan pengawasan berjalan optimal.
“Kami lakukan koordinasi rutin setiap dua minggu. Satgas MBG terus bergerak untuk mengantisipasi berbagai potensi masalah,” ujarnya.
Selain aspek kualitas makanan, Pemkab Madiun juga menaruh perhatian pada pengelolaan limbah dapur MBG. Hari Wuryanto menegaskan, seluruh SPPG wajib memenuhi standar pengelolaan limbah cair sesuai ketentuan instalasi pengolahan air limbah (IPAL).
“Jangan sampai limbahnya mencemari lingkungan. Kalau tidak siap memenuhi SOP, lebih baik berhenti,” katanya.
Diberitakan sebelumnya , sejumlah orang tua murid PAUD/TK Al Hidayah Klorogan mengeluhkan paket MBG yang diduga berjamur dan dinilai tidak sesuai dengan kebutuhan gizi anak usia dini.
Beranda
Berita
Paket MBG Berjamur, Bupati Madiun Tarik Distribusi dan Ancam Hentikan Operasional SPPG
Paket MBG Berjamur, Bupati Madiun Tarik Distribusi dan Ancam Hentikan Operasional SPPG
Redaktur2 min baca













