Berita

Gerakan Literasi Kabupaten Madiun Libatkan Pemuda, Akademisi, hingga Ojol

1652
×

Gerakan Literasi Kabupaten Madiun Libatkan Pemuda, Akademisi, hingga Ojol

Sebarkan artikel ini
Momen saat salah satu peserta membaca puisi dalam rangkaian kegiatan Gerakan Literasi Kabupaten Madiun, di lapangan Jiwan Kabupaten Madiun, Rabu (31/12/2025).



‎MADIUN, LENSANUSANTARA.CO.ID — Gerakan Literasi Kabupaten Madiun resmi digelar sebagai langkah awal membangun ekosistem literasi yang berkelanjutan, bertempat di lapangan Jiwan Kabupaten Madiun, Rabu (31/12/2025).

Kegiatan ini menjadi ruang bertemunya gagasan dari berbagai kalangan, mulai pemuda, pegiat literasi, akademisi, hingga komunitas ojek online (ojol), untuk merumuskan arah literasi ke depan di wilayah Madiun Raya.

‎Koordinator Gerakan Literasi Kabupaten Madiun, Adelia Nugroho Heni, menyebut kegiatan ini merupakan pintu awal untuk menghimpun persepsi, masukan, dan ide segar dari masyarakat, khususnya generasi muda.

‎“Dari ruang diskusi ini muncul banyak ide baru. Gagasan-gagasan itu ke depan harus kita realisasikan bersama,” ujarnya.

‎Salah satu program lanjutan yang tengah disiapkan adalah road show literasi ke sekolah-sekolah serta berbagai wilayah di Madiun Kota, Kabupaten Madiun, hingga kawasan Madiun Raya. Program ini ditujukan untuk memperluas jangkauan literasi sekaligus membangun kesadaran akan pentingnya budaya literasi.

‎“Kegiatan ini menjadi bukti bahwa Kabupaten Madiun sangat terbuka terhadap aktivitas literasi. Kami juga mendapat dukungan penuh dari pemerintah kabupaten untuk keberlanjutan program-program literasi ke depan,” jelasnya.

‎Gerakan literasi ini juga melibatkan pegiat dari luar daerah, seperti Ngawi dan Ponorogo, yang turut menjadi penggerak dan memperkaya perspektif dalam pengembangan literasi.

‎Dukungan juga datang dari kalangan akademisi. Sigit Ricahyono, dosen Universitas PGRI Madiun, mengaku bangga melihat komitmen Pemerintah Kabupaten Madiun terhadap gerakan literasi.

‎“Sebagai akademisi, literasi adalah kebutuhan di semua level masyarakat,” katanya.

‎Menurut Sigit, literasi tidak lagi dimaknai secara sempit sebagai aktivitas membaca buku semata. Di era digital, literasi juga mencakup kemampuan menyerap, mengolah, dan memproduksi pengetahuan dari berbagai platform.

‎“Entah dari buku, Google, atau bahkan TikTok, selama pengetahuan dan produktivitas meningkat, itu bagian dari literasi,” tegasnya.

‎Ia berharap semakin banyak masyarakat terlibat sebagai penggerak literasi dengan caranya masing-masing, serta dukungan pemerintah daerah terus berlanjut agar gerakan literasi benar-benar tumbuh dari masyarakat.

‎“Jika masyarakat dan pemerintah bergerak bersama, gerakan literasi di Kabupaten Madiun dan Madiun Raya akan tumbuh kuat dan berkelanjutan,” pungkasnya.

BACA JUGA :
Kolaborasi Pemkab Madiun dan Allena Humanity Project Dukung Gizi Anak dan Pendidikan Karakter di Sekolah Pelosok