Jombang, LENSANUSANTARA.CO.ID – Puluhan ribu jamaah penderek dari berbagai daerah di Indonesia mengikuti kegiatan Napak Tilas Tongkat Isyaroh dan Tasbih Muassis NU, dalam rangka peringatan 1 Abad Nahdlatul Ulama (NU), Minggu malam (4/1/2026).
Kegiatan ini merupakan riyadlah batin untuk merawat nilai keikhlasan, militansi, dan istiqamah dalam berkhidmah kepada jam’iyah Nahdlatul Ulama. Napak tilas ini memiliki makna filosofis yang mendalam, menegaskan ikatan spiritual antara Syaikhona Kholil Bangkalan sebagai guru dan KH. Hasyim Asy’ari sebagai murid, yang kelak menjadi pendiri NU.
“Ini adalah momen bersejarah dalam merawat dan menjaga tradisi luhur para ulama NU,” kata Ustadz H. Muhtazuddin, SH, Ketua Yayasan Jombang Ibukota Nahdliyin (JIK-NAH).
Peserta napak tilas datang dari berbagai daerah, di antaranya Samarinda, Balikpapan, Bontang, Paser, Penajam Paser Utara, Kutai Kartanegara, wilayah Jawa Timur, Jawa Tengah, Jawa Barat, hingga Sumatera dan Sulawesi. Mereka berjalan kaki dari Bangkalan menuju Pelabuhan Penyeberangan Kamal, kemudian menggunakan moda transportasi kereta api menuju Kabupaten Jombang, dan akhirnya berjalan kaki sejauh 6 kilometer menuju Pondok Pesantren Tebuireng.
Pelepasan peserta dilakukan secara resmi oleh Bupati Jombang H. Warsubi, yang diikuti oleh ribuan jamaah dari Madura dan Jombang, menuju Pondok Pesantren Tebuireng untuk bermunajat bersama di kompleks makam Hadratussyaikh KH. Hasyim Asy’ari.
Kegiatan ini diharapkan dapat memperkuat ikatan spiritual dan komitmen para penderek dalam menjaga dan melestarikan nilai-nilai NU.














