Jember, LENSANUSANTARA.CO.ID – Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kabupaten Jember menggelar press Confrence terkait capaian Pendapatan Asli Daerah (PAD) tahun 2025 yang berhasil menembus angka Rp1 triliun. Capaian tersebut menjadi tonggak sejarah baru bagi Kabupaten Jember sejak era otonomi daerah.
Bupati Jember Muhammad Fawait menyampaikan bahwa keberhasilan tersebut menunjukkan semakin kuatnya kemandirian fiskal daerah dalam menentukan kebijakan pembangunan.
Ia juga menyampaikan terimakasih kepada Presiden RI Prabowo Subianto yang mendorong daerah untuk terus berinovasi dan beraktualisasi dalam meningkatkan PAD.
“Sejak awal menjabat, kami sudah dihadapkan pada pengurangan transfer dari pusat. Dari situ saya melihat ada potensi besar PAD Jember yang selama ini kurang tergarap maksimal, salah satunya karena perhitungan target yang kurang tepat,” ujar Fawait.
Menurutnya, selama hampir 10 tahun terakhir target PAD Jember kerap tidak tercapai bukan karena minimnya potensi, melainkan karena penetapan target yang tidak terukur. Berbekal pengalaman sebagai Ketua Komisi C DPRD Jawa Timur yang membidangi pendapatan, Fawait meyakini PAD Jember dapat ditingkatkan tanpa harus menaikkan pajak.
“Menaikkan pajak bukan solusi utama. Kalau tidak hati-hati justru bisa menurunkan pendapatan. Contohnya retribusi pasar yang sempat dinaikkan ratusan persen, tapi pendapatannya justru turun. Begitu juga sektor parkir yang akhirnya ditutup pada 2025,” tegasnya.
Ia menekankan bahwa strategi utama peningkatan PAD adalah menutup kebocoran dan mengefektifkan potensi yang sudah ada, tanpa menekan masyarakat kecil. Untuk itu, dibutuhkan aparatur yang berintegritas, tegas, dan berani memberantas kebocoran.
“Tidak boleh menekan masyarakat kecil. Yang kita lakukan adalah memperbaiki sistem, menutup kebocoran, dan meningkatkan efektivitas penarikan pajak dan retribusi,” katanya.
Berdasarkan data Bapenda, PAD Jember tahun 2025 mencapai Rp1,024 triliun, melonjak signifikan dibanding tahun sebelumnya yang berada di kisaran Rp774 miliar. Lompatan tersebut setara dengan peningkatan sekitar 32,36 persen.














