Pemerintahan

Wakil Ketua DPRD Sulsel Tekankan Pentingnya Peran Aktif Eksekutif Turun Kelapangan

1682
×

Wakil Ketua DPRD Sulsel Tekankan Pentingnya Peran Aktif Eksekutif Turun Kelapangan

Sebarkan artikel ini
Wakil Ketua DPRD Sulawesi Selatan, Sufriadi Arif.

MAKASSAR, LENSANUSANTARA.CO.ID – Masih banyaknya persoalan di tengah-tengah masyarakat di daerah yang belum tertangani dengan baik memantik perhatian dari Wakil Ketua DPRD Sulawesi Selatan, Sufriadi Arif. Ia pun menekankan kembali pentingnya peran aktif eksekutif untuk turun langsung ke lapangan melakukan peninjauan.

Menurut Sufriadi, pihak eksekutif tidak boleh hanya sebatas menunggu laporan atas keluhan masyarakat. Mereka harus lebih proaktif untuk turun langsung melakukan pemantauan di lapangan.

Example 300x600


“Sebagai wakil rakyat, saya seringkali berinteraksi dengan masyarakat dan menemukan berbagai persoalan di daerah yang menjadi kewenangan pemerintah provinsi,” katanya kepada awak media, Selasa (6/1/2026).

BACA JUGA :
Presiden Prabowo Resmi Berikan Rehabilitasi Kepada Dua Guru di Kabupaten Luwu Utara

Namun kata Sufriadi, persoalan-persoalan tersebut sering kali luput dari perhatian pemerintah karena minimnya komunikasi dan interaksi langsung antara eksekutif dan masyarakat. Seharusnya kata dia, organisasi perangkat daerah (OPD) dapat meniru Gubernur Sulsel, Andi Sudirman Sulaiman yang aktif turun ke daerah.

“Jangan hanya menunggu laporan. Setidaknya sebulan sekali perangkat daerah turun ke daerah, berkomunikasi dan berinteraksi langsung dengan masyarakat, seperti yang sering dilakukan Pak Gubernur. Dari situ persoalan bisa diidentifikasi dengan jelas,” tambah legislator PPP itu.

Sufriadi pun mengapresiasi respons cepat Gubernur Sulawesi Selatan, Andi Sudirman Sulaiman yang dinilai selalu menindaklanjuti setiap laporan lapangan yang ia sampaikan. Namun demikian, dirinya tetap berharap seluruh jajaran dibawah gubernur lebih proaktif dalam menjalankan tugas sesuai kewenangannya.

BACA JUGA :
Jawab Polemik Gaji P3K, Patarai Pastikan Sudah Aman dalam RPJMD Sulsel 2025–2029

Apalagi kata dia, sejumlah persoalan yang ditemukan di lapangan tersebut termasuk kategori krusial. Diantaranya kondisi infrastruktur jalan dan irigasi.

Misalnya di Kabupaten Wajo, kata Sufriadi, kondisi bangunan Sekolah Menengah Atas (SMA) sangat memprihatinkan. Temuannya, beberapa sekolah mengalami kerusakan serius, seperti plafon rusak dan bangunan yang kondisinya tidak memungkinkan untuk proses belajar mengajar.

“Temuan-temuan itu selalu saya dokumentasikan dan kirimkan ke kepala dinas terkait, termasuk kondisi sarana prasarana dan peralatan sekolah,” katanya.

BACA JUGA :
DPRD Sulsel Bahas IUP-Amdal Tambang Emas Sinjai, Perusahaan Mangkir

Sufriadi menegaskan, banyak persoalan yang sebenarnya dapat diselesaikan dengan cepat jika ditangani secara langsung. Bahkan, masalah yang sebelumnya terbengkalai selama bertahun-tahun dapat diselesaikan hanya dalam hitungan hari setelah dikomunikasikan dengan baik.

Oleh karena itu, ia meminta OPD provinsi rutin melakukan evaluasi wilayah kerja masing-masing dan mengidentifikasi persoalan yang menjadi kewenangan provinsi. Jika terkendala anggaran, setidaknya harus tersedia data yang akurat sebagai dasar perencanaan.

“Jangan sampai persoalan hanya diselesaikan satu per satu setiap tahun. Evaluasi dan pendataan itu penting agar pembangunan berjalan tepat sasaran,” demikian Sufriadi. (*)