Tapanuli Tengah, LENSANUSANTARA.CO.ID — Pemerintah Desa (Pemdes) Muara Ore, Kecamatan Sirandorung, Kabupaten Tapanuli Tengah, terus memacu pemanfaatan Dana Desa secara produktif dengan mengarahkan anggaran ketahanan pangan pada sektor pertanian berbasis potensi lokal, yakni budidaya pisang kepok.
Program tersebut dibiayai melalui Dana Desa Tahun Anggaran 2025 dan diklaim sebagai langkah strategis pemerintah desa dalam memperkuat ketahanan pangan sekaligus membuka peluang peningkatan ekonomi masyarakat desa.
Berdasarkan papan informasi kegiatan Dana Desa yang terpasang di lokasi, Pemdes Muara Ore mengalokasikan anggaran sebesar Rp192.224.000 untuk kegiatan budidaya pisang kepok. Kegiatan ini mencakup pengelolaan lahan seluas 1 hektare dengan jumlah sekitar 1.000 batang tanaman pisang kepok.
Lokasi program berada di Dusun II Desa Muara Ore dan masuk dalam skema program ketahanan pangan desa. Papan informasi kegiatan tersebut memuat rincian jenis kegiatan, volume pekerjaan, pagu anggaran, lokasi, serta tahun pelaksanaan sebagai wujud transparansi pengelolaan Dana Desa kepada publik.
Pada Kamis, 15 Januari 2026 sekitar pukul 09.49 WIB, tim media melakukan pemantauan langsung di lapangan guna melihat progres pelaksanaan program ketahanan pangan tersebut.
Dalam kesempatan itu, Kepala Desa Muara Ore, Robert Gajah, memberikan keterangan bahwa program budidaya pisang kepok telah berjalan hampir tiga bulan sejak mulai dilaksanakan.
“Prosesnya dimulai dari persiapan lahan, penanaman bibit, hingga perawatan awal tanaman. Saat ini tanaman sudah dalam tahap pertumbuhan,” jelasnya.
Ia menegaskan, program ini tidak hanya difokuskan pada penanaman semata, tetapi juga diarahkan agar mampu memberikan hasil ekonomi yang berkelanjutan bagi masyarakat desa, khususnya kelompok tani yang dilibatkan secara langsung.
Pemdes Muara Ore menaruh harapan besar agar program ketahanan pangan ini mampu menjadi contoh pemanfaatan Dana Desa yang produktif, terukur, dan berdampak jangka panjang, bukan sekadar kegiatan seremonial.
Sejumlah warga menyambut positif program tersebut dan berharap hasil panen nantinya dapat dirasakan langsung oleh masyarakat serta berkontribusi pada peningkatan pendapatan desa.
Sebagai bentuk tanggung jawab, pemerintah desa menyatakan akan terus melakukan evaluasi dan pengawasan internal agar pelaksanaan program berjalan sesuai perencanaan serta ketentuan yang berlaku.
Dengan mengedepankan prinsip transparansi dan partisipasi masyarakat, Pemdes Muara Ore optimistis program budidaya pisang kepok ini mampu memperkuat ketahanan pangan sekaligus mendorong kemandirian ekonomi desa secara berkelanjutan.
(M. Laoly)














