Banjarnegara, LENSANUSANTARA.CO.ID – Meskipun sudah berulang kali dilaporkan ke Pemerintah Daerah dan Dinas terkait sejak 2023 lalu, terkait keadaan jembatan Kali Kacangan di Desa Sijenggung, Kecamatan Banjarmangu, Banjarnegara, namun sampai sekarang belum pernah ada tanggapan, padahal dalam pantauan lensanusantara.co.id ke lokasi, selain dangkal situasinya sangat memperihatinkan dan membahayakan bagi warga yang tinggal di bantaran sungai, karena volume air sering naik ke atas saat banjir melanda.
”Sudah berulangkali kita laporkan, melalui lisan hingga surat menyurat dan tembusan sampai kemana mana, 2023 lalu kita sudah membuat laporan, saat empat rumah warga hanyut dan hilang karena terseret air, kan itu masih ada bekasnya pas masnya kesana sebelum banjir tadi, tanahnya warga kena gerusan sekitar 5 sampai 6 meter, dan bisa dilihat banjirnya dah sampai rumah warga, itu tinggal hanyutnya kalau tidak segera ditangani,” jelas Kades Suyono saat ditemui di kantornya, Selasa, (3/1/2026).
Suyono juga mengungkapkan, tidak hanya rumah yang berada di sepanjang kali kacangan, selain itu masih ada dua titik lagi yang saat ini sangat rawan longsor dan mengancam ratusan nyawa penduduk, jika tidak secepatnya di tangani dengan serius.
”Ada tiga titik yang saat ini sangat rawan di Desa kami, lokasinya di wilayah RT 03/02 dan RT 01/01 yang ada di dusun Tempuran, sebelah lapangan, sebelah jembatan Kali kacangan dan satu lagi yang dekat komplek TK, PAUD, gedung Sarpras, kalau yang di dekat lapangan harus di Bronjong, karena banyak sawah warga yang hilang akibat tergerus sekitar 3000 meteran, kalau yang dekat dengan komplek Gedung Sarpras harus dibuatkan penahan gedung, ketakutan kita itu kalau hujan deras dan sungai banjir meluap dan disusul longsoran lagi, semua pasti kena imbasnya, harapan kami jangan nunggu ada korban baru di lakukan penanganan, harus secepatnya karena ini sudah sangat darurat,” ungkap Suyono.
Masih kata Suyono,” Dulu pernah di tinjau BPDB pakai drone, tapi ya hanya di tinjau saja, saat ini yang masih sering longsor itu ada satu titik, kalau terus begitu, bisa tidak mungkin akan terus sampai pemukiman, aslinya dari desa ingin menormalisasi, tapi takutnya dianggap ilegal, soalnya ini memang sangat mendesak, semoga Pemda, Dinas terkait dan Dewan bisa memikirkan masyarakat kami yang setiap banjir datang selalu ketakutan,” tambahnya.
Sementara menurut salah satu warga yang tinggal di sepanjang bantaran jembatan kali kacangan Rukinah kepada wartawan sangat ketakutan dan was-was setiap hujan deras datang.
”Kalau banjir besar ya sampai naik kesini, air dari salakan langsung kesini,sudah bolak balik soalnya banjir, kadang rumah tetangga kena sampai emperan, setiap sungai banjir besar, terus air naik ke salakan, warga sini geger pada naik ke atas,” beber Rukinah saat ditemui di pinggiran sungai.
Rukinah seolah mewakili warga lainnya yang berharap agar Pemerintah segera membangun jembatan dan menormalisasi kali kacangan, sehingga dirinya bersama lainnya bisa tidur nyaman tanpa adanya ketakutan setiap musim hujan.
”Semoga secepatnya di perbaiki, agar kami aman, kalau pindah mau pindah kemana, karena tidak punya tanah lainnya, tempatnya sejak dulu yang disini dekat sungai,” harap Rukinah.
Jembatan kali kacangan selama ini dikenal sebagai salah satu penghubung dan jalur utama yang menuju ke Kalibening dan juga jalur trobosan terdekat menuju ke Kabupaten Pekalongan, namun jika tidak secepatnya di lakukan pembangunan dan normalisasi, akan terus digerus besarnya aliran sungai setiap banjir, karena beton penyangga juga terlihat sudah sangat tua dan kropos. (Gunawan).
Beranda
Peristiwa
Tiga Tahun Laporan Tak Ditanggapi, Nyawa Warga yang Tinggal Dekat Sungai Kali Kacangan Banjarnegara Terancam
Tiga Tahun Laporan Tak Ditanggapi, Nyawa Warga yang Tinggal Dekat Sungai Kali Kacangan Banjarnegara Terancam
Lensa Nusantara3 min baca













