Berita

Jelang Ramadan, Diskoperindag Sawahlunto Sosialisasikan Lokasi Dagang, Pedagang Silo Keluhkan Fasilitas

0
×

Jelang Ramadan, Diskoperindag Sawahlunto Sosialisasikan Lokasi Dagang, Pedagang Silo Keluhkan Fasilitas

Sebarkan artikel ini
Dinas Koperasi, Perindustrian dan Perdagangan (Diskoperindag) Kota Sawahlunto menggelar sosialisasi kepada para pedagang guna mengantisipasi meningkatnya aktivitas perdagangan, khususnya di sektor kuliner.10/2/26.

Sawahlunto, LENSANUSANTARA.CO.OD – Menjelang bulan suci Ramadan, Dinas Koperasi, Perindustrian dan Perdagangan (Diskoperindag) Kota Sawahlunto menggelar sosialisasi kepada para pedagang guna mengantisipasi meningkatnya aktivitas perdagangan, khususnya di sektor kuliner.10/2/26.


Sosialisasi tersebut membahas penetapan titik-titik lokasi yang akan menjadi pusat aktivitas perdagangan selama Ramadan. Tahun ini, selain Pasar Pabukoan di Pasar Pusat Kota, Pemerintah Kota Sawahlunto juga memfasilitasi tiga kawasan tambahan, yakni di depan Sekretariat KONI, Jalan A. Yani depan pertokoan Pasar Remaja, serta kawasan Stasiun Kereta Api Kampung Teleng.

Example 300x600


Kawasan Kampung Teleng menjadi bagian dari program BAZNAS Sawahlunto bertajuk “Z Iftar Kampung Ramadan”, yang juga direncanakan menampung pedagang dari Pasar Kuliner Silo Sawahlunto.

BACA JUGA :
Wawako Sawahlunto Apresiasi Tradisi Baralek Surau di Talawi Hilie, Perkuat Nilai Keislaman dan Dialog Warga


Kepala Diskoperindag Sawahlunto, Tatang Sumarna, mengatakan kegiatan sosialisasi ini sekaligus menjadi wadah menyerap aspirasi pedagang terkait perkembangan aktivitas jual beli di lokasi yang telah ditentukan.


“Untuk itulah kami mengadakan sosialisasi kepada bapak dan ibu pedagang, sekaligus menampung aspirasi terkait perkembangan aktivitas jual beli di lokasi ini,” ujarnya saat sosialisasi di Pasar Kuliner Silo Sawahlunto.


Tatang menjelaskan, pedagang yang berminat berpindah ke Kampung Ramadan BAZNAS Sawahlunto dipersilakan mendaftarkan diri dengan menyerahkan persyaratan berupa fotokopi KTP, KK, dan SLTM ke Sekretariat BAZNAS Sawahlunto. Sementara pedagang yang memilih tetap berjualan di lokasi saat ini juga tetap diperbolehkan.


Menanggapi pertanyaan awak media terkait tidak dipusatkannya kegiatan Kampung Ramadan di kawasan Silo, Tatang menyebutkan bahwa penentuan lokasi tersebut merupakan ketentuan dari pihak BAZNAS.

BACA JUGA :
Wali Kota Riyanda Dorong Optimalisasi Sentra IKM Songket Silungkang, Targetkan Beroperasi Sebelum Lebaran


“Persyaratan lokasi Kampung Ramadan harus berada dekat dengan masjid. Karena Kampung Teleng berdekatan dengan Masjid Agung, maka lokasi itulah yang dipilih oleh BAZNAS Sawahlunto,” jelasnya.


Pedagang Keluhkan Kondisi Silo
Dalam sesi diskusi, sejumlah pedagang kembali menyampaikan keluhan terkait kondisi kawasan Pasar Kuliner Silo yang dinilai minim fasilitas. Mereka menyoroti persoalan genangan air saat hujan serta letaknya yang relatif terisolasi karena jauh dari jalur lalu lintas utama.


Ria, salah seorang pedagang yang sebelumnya berjualan di depan Kompleks Gedung Pusat Kebudayaan (GPK) Sawahlunto, mengaku kondisi saat ini cukup memprihatinkan.

BACA JUGA :
Wali Kota Riyanda Buka Era Baru Tennis Tournament Sawahlunto Kategori Beginner Only


“Sudah enam bulan kami direlokasi ke sini tanpa adanya sarana pendukung. Saat hujan, kondisi sangat memprihatinkan dan membuat pembeli enggan datang,” katanya.


Keluhan serupa disampaikan May, pedagang lain yang juga berasal dari kawasan GPK. Ia berharap dapat kembali berjualan di lokasi semula.


Pedagang lainnya turut menyatakan keinginan untuk kembali ke kawasan asal sebelum direlokasi, dengan alasan sepinya transaksi serta kondisi lapak yang belum memadai, khususnya karena area berdagang masih berupa tanah dan kerap tergenang air saat hujan.


Para pedagang berharap pemerintah daerah dapat segera memperbaiki sarana pendukung di Pasar Kuliner Silo atau meninjau kembali kebijakan relokasi demi keberlangsungan usaha mereka selama Ramadan mendatang.(Suherman)

Tag:
Penulis: SawahluntoEditor: Redaksi