Daerah

‎Prediksi Masyarakat Terkait Pemenang Terbukti, Isu Adanya Pengondisian Calon Perangkat di Desa Purwasaba Banjarnegara Jadi Sorotan

0
×

‎Prediksi Masyarakat Terkait Pemenang Terbukti, Isu Adanya Pengondisian Calon Perangkat di Desa Purwasaba Banjarnegara Jadi Sorotan

Sebarkan artikel ini
Para peserta sedang mengerjakan soal tertulis di gedung BKD Banjarnegara, Kamis, 12/2/2026. Foto : (Gunawan/Lensa Nusantara).



‎Banjarnegara, LENSANUSANTARA.CO.ID – Beredar isu dugaan pemenang hingga pengondisian terkait calon perangkat desa Purwasaba, Kecamatan Mandiraja  Kabupaten Banjarnegara Selema sekitar sepekan seolah tak terelakan, setelah prediksi beberapa masyarakat siapa peserta yang mendapatkan nilai tertinggi terbukti.

‎Tidak tanggung-tanggung, dari tiga formasi yang dibutuhkan Pemerintah Desa Purwasaba untuk mengisi Dusun 2, 4 dan 5, ketiganya bisa ditebak beberapa masyarakat jauh-jauh hari sebelum tes dimulai, sehingga dengan kejadian tersebut memunculkan pertanyaan apakah sekedar kebetulan atau kecurigaan tentang adanya praktek dugaan jual beli beli jabatan hingga ratusan juta rupiah benar adanya.

‎” Penjaringan perangkat Desa Purwasaba itu sudah ditebak dan sudah pada tahu kalau yang jadi tiga anak itu, Anjar, Ade dan Sudianto, nyatanya bener kan yang jadi itu, sejak awal sudah di kondisikan, yang diduga nominalnya fantastis, menurut kabar dugaan mencapai ratusan juta rupiah,” ungkap warga yang tidak mau disebutkan namanya, Kamis, (12/2/2026).

‎Selain itu, warga juga mengatakan dari para peserta yang lolos menjadi pemenang ada dugaan sudah mengeluarkan uang,” kabar itu sudah ramai, sejak awal saya sudah bilang yang jadi anake Darso, Wasri terus Risun, terbukti kan omongan saya seminggu lalu anaknya itu semua,”  tambah warga.

‎Ujian yang dilaksanakan di gedung Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Banjarnegara  yang di ikuti 13 peserta dengan sistem Ujian Computer Assisted Test (CAT) dengan tes tambahan pemulasaran jenazah dan komputer tersebut dianggap juga diduga ada pengaturan.

‎”Soal tertulis tadi itu soalnya di komputer dan yang bisa melihat nilai kita ya kita sendiri, saya kira itu di tampilkan di monitor, jadi tidak bisa melihat nilai peserta lain, terus  saat koreksi soal tambahan komputer yang ngoreksi hanya Panitia, peserta tidak di libatkan, sedangkan pemulasaran jenazah, nilainya baru di kasihkan di kantor desa bareng nilai lainnya, padahal pelaksanaannya pagi, pokoknya ada yang tidak beres lah, apalagi nilainya itu tidak di munculkan di layar atau monitor gitu seperti sudah di rekayasa lah,” ungkap salah satu peserta.

‎Menanggapi adanya dugaan permainan nilai, Kades Purwasaba Hoho membantah, dirinya mengatakan bahwa pelaksana tes sudah sesuai dengan prosedur.

‎” Soalnya saja CAT, ujian CAT tahu sendiri, nilainya yang keluar itu dipastikan tidak ada rekayasa, langsung ditayangkan di layar semua peserta melihat,” dalih Hoho.

‎Padahal sesuai fakta di lokasi, dalam pengamatan lensanusantara.co.id, Panitia tidak menyediakan layar yang disebutkan Kades Hoho.

‎Sementara saat ditanya terkait adanya isu dugaan jual beli jabatan perangkat desa dengan nilai tertentu dan prediksi masyarakat yang jauh-jauh hari sudah mengetahui pemenangnya dan ternyata terbukti, Kades Hoho membantah semua tidak benar.

‎”Kalau dugaan seperti itu berarti masyarakat bukan barang yang aneh, seperti yang saya sampaikan, yang menduga atas nama satu calon wilayah lain saja ternyata nilainya disitu paling terendah, memang kebanyakan nilai-nilai yang tertinggi bukan peserta baru, dia sudah mengikuti beberapa kali, cuma ada yang baru di wilayah dusun 5 itu baru semua,” jelas Hoho.

‎Masih kata Hoho,” Semacam isu-isu di masyarakat seperti fasilitas, bocorkan-bocorkan jawaban, itu tidak bisa karena CAT, bisa ditanyakan langsung untuk komputer ya didalamnya sudah ada aplikasi CAT, jadi menurut saya tidak ada rekayasa ya CAT, kecuali manual, kalau manual meskipun itu lurus gejolak tetap ada,” dalih Hoho.

‎Meskipun beberapa peserta banyak yang sudah pulang, namun pembacaan pemenang dan pembacaan berita acara yang di hadiri Camat, Kapolsek, Koramil Mandiraja tetap dilanjutkan hingga pukul 20.30 WIB. (Gunawan).

BACA JUGA :
Kemeriahan Peringatan Hari Pendidikan Nasional 2023 di Banjarnegara, Dihadiri Lima Ribu Lebih Peserta