Berita

Banjir Meluas Terjang 9 Kecamatan di Jember, 7.249 KK Terdampak

1583
×

Banjir Meluas Terjang 9 Kecamatan di Jember, 7.249 KK Terdampak

Sebarkan artikel ini
Banjir di Jember Rumah Terdampak, Sabtu (14/2/2026).

JEMBER, LENSANUSANTARA.CO.ID – Bencana banjir yang melanda Kabupaten Jember pada Kamis (12/2/2026) pukul 18.00 WIB hingga Jumat (13/2/2026) pukul 17.00 WIB berdampak luas di sembilan kecamatan. Berdasarkan rekapitulasi laporan, sebanyak 7.249 kepala keluarga (KK) di 22 desa/kelurahan terdampak, dengan satu korban meninggal dunia, Sabtu (14/2/2026).

Peristiwa ini terjadi setelah hujan deras mengguyur wilayah Jember sejak siang hingga malam hari. Mengacu pada rilis kewaspadaan cuaca ekstrem dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) periode 10–20 Februari 2026, intensitas hujan tinggi menyebabkan kenaikan debit sejumlah sungai hingga meluap ke permukiman warga pada Kamis petang sekitar pukul 18.00 WIB.

Example 300x600

Kepada BPBD Jember Edi Budi Susilo, mengatakan Ketinggian air dilaporkan mencapai 30 sentimeter hingga dua meter di sejumlah titik, merendam rumah warga, fasilitas umum, hingga merobohkan beberapa jembatan.

BACA JUGA :
Ajang Tari Nasional iForte Inspirasi Diri Telah Hadir di Jember

“Sembilan kecamatan terdampak meliputi Panti, Sukorambi, Rambipuji, Kalisat, Kaliwates, Bangsalsari, Ajung, Balung, dan Wuluhan,” ujar Edi.

Lebih lanjut, kata Edi Kecamatan Rambipuji menjadi wilayah dengan dampak terparah, mencatat 3.774 KK terdampak. Disusul Balung sebanyak 1.581 KK dan Wuluhan 1.314 KK. Di Kecamatan Kaliwates tercatat 220 KK terdampak, sementara Bangsalsari 316 KK.

“Selain permukiman, infrastruktur juga mengalami kerusakan. Sebanyak 11 rumah dilaporkan rusak ringan. Tiga jembatan ambruk, satu masjid roboh, satu pondok pesantren terendam, satu balai desa, satu TK, satu TPQ, serta satu SD turut terdampak,” tambahnya.

Data mencatat 74 balita, 82 lansia, dan 4 penyandang disabilitas termasuk dalam kelompok rentan terdampak banjir. Sebanyak 557 jiwa sempat mengungsi di sejumlah titik di Kecamatan Rambipuji, Balung, dan Wuluhan.

BACA JUGA :
Pertamina Patra Niaga Operasikan Avtur Tersedia di Bandara Notohadinegoro Jember

“Di Rambipuji, pengungsi tersebar di rumah warga, masjid, dan balai desa dengan total 299 jiwa. Sementara di Balung sebanyak 197 jiwa dan di Wuluhan 61 jiwa. Hingga Jumat sore, seluruh pengungsi dilaporkan telah kembali ke rumah masing-masing setelah air surut,” menurutnya.

Upaya Penanganan, Tim Reaksi Cepat (TRC) bersama unsur BPBD, Basarnas, PMI, TNI/Polri, Dinsos, Muspika, pemerintah desa, relawan, dan warga melakukan pemantauan serta penanganan sejak Kamis malam.

“Langkah yang dilakukan antara lain evakuasi warga, pembersihan sisa banjir, pendirian posko tanggap darurat, distribusi logistik dapur mandiri, hingga penyediaan air bersih. Untuk Desa Nogosari, kebutuhan air bersih dipasok sebanyak 20.000 liter oleh PDAM,” ungkapnya.

Selain itu, dapur mandiri didirikan di Desa Glundengan (Wuluhan) dan Desa Balung Lor (Balung). Bantuan tandon dan distribusi 5.000 liter air bersih juga disalurkan ke Desa Curahmalang, Rambipuji.

BACA JUGA :
Bedah Buku Babad Alas, Gus Fawait: Bima Arya Jadi Cermin Inspirasi Kepemimpinan di Jember

“BPBD merekomendasikan agar laporan diteruskan ke dinas terkait untuk penanganan lanjutan, termasuk distribusi logistik tambahan serta pendirian dapur umum di empat desa di Kecamatan Rambipuji yang menjadi prioritas penanganan,” paparanya.

Hingga saat ini, tim gabungan masih melakukan pendataan dan penanganan lanjutan di sejumlah wilayah terdampak.

Satu korban meninggal dunia tercatat atas nama Siti Nurfadila (55), warga Dusun Curah Suko, Desa Kaliwining, Kecamatan Rambipuji. Korban diduga tersengat aliran listrik saat membersihkan rumahnya yang terdampak banjir.

“Korban sempat dilarikan ke Pustu Rambipuji, namun dinyatakan meninggal dunia beberapa menit kemudian,” pungkasnya.