Berita

Gus Fawait Tetapkan Tanggap Darurat, Pemkab Jember Siaga Hadapi Cuaca Ekstrem

0
×

Gus Fawait Tetapkan Tanggap Darurat, Pemkab Jember Siaga Hadapi Cuaca Ekstrem

Sebarkan artikel ini
Bupati Jember Muhammad Fawait, Minggu (15/2/2026).(Foto: Badri/ Lensa Nusantara)

JEMBER, LENSANUSANTARA.CO.ID – Menanggapi rilis resmi dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengenai potensi cuaca ekstrem, Pemerintah Kabupaten Jember bergerak cepat, Minggu (15/2/2026).

Bupati Jember Muhammad Fawait, memimpin langsung rapat koordinasi dan evaluasi untuk memastikan kesiapan seluruh lini dalam menghadapi ancaman bencana alam.

Example 300x600

“Berdasar data BMKG, cuaca ekstrem diprediksi akan melanda sejumlah wilayah di Jawa Timur, termasuk Kabupaten Jember, mulai 10 Februari hingga 20 Februari mendatang,” ungkapnya.

Dalam keterangannya, Gus Fawait menegaskan bahwa seluruh elemen pemerintah, mulai tingkat kabupaten hingga desa, telah diinstruksikan untuk berada dalam posisi siaga. Sinergi tersebut juga melibatkan jajaran TNI, Polri, serta para relawan penanggulangan bencana.

“Hari ini kami melakukan koordinasi dan evaluasi kesiapan seluruh elemen Pemkab Jember. Kita harus bergerak bersama untuk mengantisipasi segala kemungkinan akibat cuaca ekstrem ini,” ujar Gus Fawait.

BACA JUGA :
Tiket Wisata Pantai Papuma–Watu Ulo Jember Resmi Berlaku Rp 12.500

Gus Fawait menambahkan bahwa koordinasi hingga tingkat bawah seperti kecamatan, desa, dan kelurahan, sangat krusial agar pemantauan kondisi lapangan dapat dilakukan secara real-time dan responsif.

“Meski situasi menuntut kewaspadaan tinggi, Bupati Gus Fawait meminta masyarakat Jember agar tidak panik secara berlebihan,” katanya.

Pihaknya mengimbau warga untuk tetap tenang namun selalu memantau perkembangan cuaca di lingkungan masing-masing hingga tanggal 20 mendatang.

“Saya berharap seluruh warga Jember tetap waspada. Kami dari pemerintah daerah, bersama TNI, Polri, dan kawan-kawan relawan, akan terus berjaga untuk memastikan semua kondisi tetap terkendali,” tegasnya.

Pemerintah Kabupaten Jember berharap langkah preventif ini dapat meminimalisir dampak risiko bencana. “Semoga kita semua bisa melewati masa-masa ini dengan aman, dan Jember selalu diberikan keselamatan,” pungkas Gus Fawait.

BACA JUGA :
Jember Diakui Nasional dalam Penganugerahan KKS & STBM Award 2025

Sementara itu, Kepala BPBD Jember, Edy Budi Susilo, menyampaikan bahwa Bupati Jember telah menerbitkan surat keputusan resmi mengenai status tanggap darurat tersebut. Masa berlaku status ini ditetapkan mulai 12 hingga 26 Februari.

“Dengan keputusan tanggap darurat ini, BPBD, seluruh OPD, serta elemen masyarakat termasuk TNI dan Polri, akan bahu-membahu menyelesaikan segala persoalan di lapangan. Fokus kami adalah menangani dampak banjir bandang, baik itu perbaikan infrastruktur maupun pemenuhan kebutuhan dasar warga,” ujarnya.

Senada dengan hal tersebut, Pj. Sekda Kabupaten Jember, Akhmad Helmi Luqman, menekankan pentingnya kewaspadaan ekstra mengingat data dari BMKG menunjukkan kondisi cuaca yang sangat tidak biasa. Berdasarkan rilis resmi, curah hujan yang mengguyur wilayah Jember saat ini dikategorikan sangat ekstrem.

BACA JUGA :
Inspektorat Jember Lakukan Pemeriksaan Dugaan Pungli BLTS Kesra Desa Seputih

“Data BMKG menunjukkan bahwa curah hujan saat ini adalah yang tertinggi dalam 20 tahun terakhir. Ini merupakan situasi yang serius, namun kami meminta masyarakat untuk tidak panik berlebihan,” katanya.

Helmi juga mengimbau agar seluruh warga Jember tetap tenang namun selalu waspada terhadap potensi bencana susulan. Dia memastikan bahwa pemerintah daerah akan terus hadir mendampingi masyarakat selama masa tanggap darurat ini berlangsung.

“Kami bersama-sama dengan seluruh elemen akan terus bersiaga. Pemerintah Kabupaten Jember hadir untuk membersamai masyarakat dalam menghadapi dan melewati masa tanggap darurat bencana ini secara gotong-royong,” pungkasnya.