JEMBER, LENSANUSANTARA.CO.ID – Penantian panjang selama dua dekade akhirnya terjawab. Tim kebanggaan, Persid Jember resmi menyabet posisi juara ketiga Liga 4 Jawa Timur setelah menundukkan Persinga Ngawi dengan skor telak 4-1 di Stadion Gelora Ratu Pamelingan, Minggu (15/2/2026).
Sehari berselang, Senin (16/2/2026), Gus Fawait menyambut langsung kedatangan tim di Hall Prajamukti, Pemkab Jember. Penyambutan itu menjadi simbol kebanggaan sekaligus apresiasi atas perjuangan luar biasa para pemain yang berhasil menorehkan tinta emas dalam sejarah sepak bola Jember.
Kendati belum meraih gelar juara pertama, capaian Persid terbilang istimewa. Sepanjang 14 pertandingan atau total 1.260 menit waktu normal, Persid menjadi satu dari dua tim yang tak terkalahkan. Konsistensi, kerja keras, dan disiplin menjadi fondasi keberhasilan yang kini mengantarkan mereka melangkah ke Liga 4 Nasional.
Gus Fawait mengaku capaian tersebut menjadi kejutan membahagiakan bagi dirinya dan masyarakat Jember. Ini surprise bagi saya dan tentunya bagi seluruh masyarakat Kabupaten Jember. Penantian selama 20 tahun akhirnya terjawab.
“Tekad yang kuat dari anak-anak muda kita di Persid membuktikan bahwa hari ini mereka bisa masuk Liga 4 Nasional dan menjadi juara tiga. Ini prestasi yang luar biasa,” ungkapnya.
Ia menegaskan, prestasi non-akademik seperti olahraga harus mendapatkan perhatian yang sama dengan capaian akademik. Gus Fawait mengatakan Pemerintah Kabupaten Jember, akan memberikan apresiasi konkret berupa dukungan pendidikan bagi para pemain yang ingin melanjutkan kuliah.
“Bagi adik-adik, mas-mas pemain Persid yang ingin kuliah, sudah menjadi keharusan bagi Pemkab untuk memprioritaskan mereka. Di mana pun kampusnya, akan kita dukung,” tegasnya.
Lebih jauh, Gus Fawait menekankan pentingnya penguatan manajemen dan kolaborasi lintas sektor untuk membawa Persid menjadi klub yang lebih besar.
“Ia berharap Persid ke depan tidak hanya bergantung pada dukungan pemerintah daerah, tetapi juga mampu merangkul dunia usaha dan berbagai elemen masyarakat,” harapnya.
Sementara itu, Ketua Yayasan Persid Jember, Ardi Pujo Prabowo, menyampaikan rasa syukur atas capaian tim yang diraih dalam waktu persiapan relatif singkat.
“Alhamdulillah, ini hasil komunikasi yang baik antara yayasan, manajemen, pelatih, dan pemain. Persiapan kami kurang lebih hanya satu bulan, bahkan masih dalam tahap seleksi. Namun kerja tim yang solid dan dukungan penuh dari Gus Bupati serta pemerintah daerah membuat kami bisa sampai di titik ini,” jelasnya.
Meski menargetkan juara pertama, Ardi menilai posisi ketiga tetap merupakan pencapaian yang patut dibanggakan. Evaluasi terus dilakukan untuk memperkuat skuad menghadapi Liga 4 Nasional.
“Saat ini, sekitar sembilan hingga sepuluh pemain tengah mengikuti tahap trial guna menambah kedalaman tim,” imbuhnya.
Ardi juga menyampaikan harapan agar Jember dapat ditunjuk sebagai tuan rumah Liga 4 Nasional. Menurutnya, kesempatan tersebut bukan hanya soal kebanggaan olahraga, melainkan juga berdampak pada perputaran ekonomi daerah.
“Kalau Jember menjadi tuan rumah, banyak UMKM bergerak, perputaran ekonomi meningkat. Ini momentum kebangkitan, bukan hanya bagi sepak bola, tetapi juga bagi masyarakat Jember,” katanya.














